05 April 2021
By: Pdm. Rudy Langitan
Roma 6 : 1-9
MENEMUKAN (M1)
“Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus” (Rm 6:11). “Pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri, “Untuk apa kita hidup di dunia ini?”. Kebanyakan orang akan menjawab, “Ya kita hidup di dunia ini untuk belajar, berkembang dari anak hingga dewasa, sekolah, kuliah, bekerja, mencari jodoh, menikah, punya anak, menikahkan anak, dan seterusnya”. Sayangnya kebanyakan jawaban itu tidak berujung pada akhir hidup manusia. Banyak orang tidak tahu (dan tidak mengerti) bahwa suatu saat mereka pasti mati, sehingga hidup ini harus dimaknai secara mendalam. Renungan hari ini berbicara tentang bagaimana kita memandang arti kehidupan. Kita hidup di dunia yang penuh dengan dosa, dimana banyak orang di luar sana sangat menikmati hidup dalam dosa. Oleh karena itu, muncul pertanyaan, Apakah kita boleh bertekun dalam dosa? Bukankah Tuhan kita adalah Tuhan Yang Maha Baik, yang akan memberikan kasih karuniaNya untuk mengampuni dosa-dosa kita (Ay. 1). Kitab Roma ini berkata dengan jelas (perhatikan penggunaan tanda seru), “Sekali-kali tidak!”. Ini artinya, orang percaya tidak boleh lagi hidup di dalam dosa. Kita sudah mati bagi dosa, dan tidak boleh hidup bagi dosa (Ay. 2).

MERENUNGKAN (M2)
Dengan kita mengaku bahwa kita percaya kepadaNya itu artinya, kita juga mengambil bagian dalam seluruh kehidupan Yesus yang telah Yesus jalani semasa hidup di dunia ini. Kita mengambil bagian dalam kematianNya, supaya kita dapat dibangkitkan dalam kebangkitanNya dan hidup dalam hidup yang baru bersama Tuhan (Ay. 3-5).
Mengambil bagian dalam kematianNya artinya kita wajib benar-benar mengerti bahwa kematian Yesus Kristus di atas kayu salib sesungguhnya adalah menggantikan posisi kita (yang seharusnya disalib karena dosa-dosa kita), sehingga kita tidak boleh lagi menyerahkan tubuh kita kepada dosa (Ay. 6). Kita yang telah mati (dalam kematian bersama-sama dengan kematian Kristus), telah dibebaskan dari dosa (Ay. 7), dan jika kita telah mati dengan Kristus, kita juga akan hidup denganNya, karena Kristus telah mengalahkan maut sehingga maut tidak berkuasa lagi atasNya dan atas kita yang percaya kepadaNya (Ay. 8-9).

MELAKUKAN (M3)
Mari jemaat Tuhan milikilah pemahaman bahwa kita telah mati bagi Dosa, itu artinya kita tidak menyerahkan hidup kepada Dosa, karena dosa kita telah diambil atau ditebus melalui karya salib yang sangat mahal. Itu sama artinya kita telah berhutang yang kita tidak bisa/mampu bayar, tetapi Kristus menebusnya (melunasinya) dengan harga yang mahal, “Apakah saudara tega mengabaikan apa yang Ia telah perbuat? Dengan cara kembali melakukan dosa?. Mari kita katakan sama-sama “Sekali-kali Tidak!” atau No way!
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pada siapapun, termasuk rekan komsel mu bahwa, dasar kita tidak melakukan dosa, bukan karena dosa itu hal yang tidak baik (alias buruk), tetapi karena kita sadar dan percaya bahwa kita telah di tebus dari jerat (hukum) dosa, dan penebusan itu sangat mahal, maka sebagai penghargaan tertinggi kepada Kristus, kita mau hidup bagi Allah.
Penghargaan terbesar kita kepada Kasih Allah yang besar, adalah ketika kita hidup dalam kebenaran.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47


The Desipleship processing