21 April 2021
By: Hendrik Yulianto
Markus 10 : 17-22
MENEMUKAN (M1)
Ayat FT kita hari ini terambil dari Markus 10 : 17-22. Mari baca dan renungkan apa yang menjadi penyebab orang dalam kisah tersebut tidak mau mengikuti apa yang Tuhan Yesus nasihatkan? Padahal dia sudah melakukan hal baik lainnya. Dan dia sedang bertanya dengan serius/sungguh-sungguh kepada Tuhan Yesus bukan sedang mencobai. Karena dari ayat tersebut kita tahu bahwa dia sampai berlari-lari mendapatkan Tuhan dan bersujud.
MENERIMA & MERENUNGKAN (M2)
Jangankan orang dewasa, anak kecilpun akan marah dan kesal jika kesenangannya diusik. Nah kitapun tanpa sadar seringkali marah atau tidak nyaman ketika kesenangan kita diusik. Jangankan oleh Tuhan, kesenangan kita diganggu oleh orang lain saja kita sudah tidak nyaman, marah atau kecewa. Seringkali sulit sekali kita menyediakan waktu kita untuk saat teduh, doa, pemuridan, dsb karena kita tidak mau kesenangan/kenyamanan kita diusik.

Kita ingin menikmati waktu kita sesuai dengan keinginan kita sendiri. Apa yang mendatangkan kesenangan bagi kita itu yang ingin kita lakukan. Tentu kita harus memberi waktu untuk keluarga dan juga bertanggung jawab dengan pekerjaan karena itu semua juga pelayanan. Dan tidak salah menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun tentu kita harus tahu waktu-waktunya. Kapan kita harus bersama keluarga, kapan kita bekerja, kapan kita melayani, kapan kita menyediakan waktu untuk Tuhan. Seringkali seseorang jika sampai tahap komitmen akan mundur. Cukuplah menjadi orang Kristen yang sewajarnya saja. yang penting tidak murtad sudah cukup. Padahal murtad itu bukan hanya bicara ttg pindah agama, tetapi setiap hal dimana kita tdk mau mengikuti keinginan Tuhan atau meleset dr rencana Tuhan berarti kita sedang murtad (ingkar/membuang iman) kepada Tuhan. Spirit sewajarnya saja ini juga yang membuat orang dalam
ayat bacaan kita hari ini juga tidak mau berkomitmen dan akhirnya mundur tidak mau mengikut Tuhan Yesus. Dia tidak mau kehilangan kesenangannya yaitu kekayaannya dan tidak mau hidupnya diusik, dia ingin menjalani hidup seperti yang dia inginkan. Orang-orang seperti ini jika tidak berubah maka tidak akan pernah bisa menjadi pengikut Tuhan yang sejati, dan tidak akan pernah bisa menjadi pelayan Tuhan yang menyenangkan hatiNya. Bandingkan dengan murid-murid Tuhan yang lain seperti Petrus yang rela kehilangan segalanya demi mengikut Tuhan (Markus 10:28).

MELAKUKAN (M3)
Untuk mengikut Tuhan dan mencintainya lebih dari segala hal, kita harus rela kehidupan kita diusik dan rela kehilangan kesenangan. Kita bisa belajar dari hal-hal yang sederhana. Masihkah kita menyediakan waktu khusus untuk saat teduh/doa pribadi setiap hari? Jika sudah lama kita tinggalkan kebiasaan saat teduh/doa pribadi, mari kita perbaiki komitmen kita kembali. Mungkin bagi yang bekerja itu artinya harus tidur lebih awal dan bangun lebih pagi agar bisa saat teduh dan bekerja dengan tidak terlambat serta tidak mengantuk saat bekerja. Dan itu pasti mengganggu kenyamanan kita. Masih enak-enaknya tidur tapi kita harus bangun untuk saat teduh/doa pribadi. Tapi jika dari hal ini kita bisa menang, maka harusnya untuk hal-hal lain yang mungkin memerlukan komitmen lebih besar kita akan lebih mudah melakukannya.
“Tuhan Yesus saja rela kehilangan kesenangan untuk kita, maka merupakan sikap yang tidak menghormati Dia jika kita tidak rela kehilangan kesenangan kita untuk Dia”
MEMBAGIKAN (M4)
Sambil kita sendiri belajar mendisiplinkan diri dalam saat teduh/doa pribadi, atau hal-hal lainya yang membuat hidup dan kenyamanan kita terusik mari ajak teman komselmu untuk bisa ikut mempraktekannya. Tuhan Memberkati.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

