22 April 2021
By: Hendrik Yulianto
Matius 22 : 37
MENEMUKAN (M1)
Mari kita baca Firman Tuhan dari kitab Matius 22 : 37 “Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Kemudian coba renungkan dan temukan, jika disederhanakan apakah kalimat yang mungkin bisa mewakili atau sepadan dengan ayat tersebut?
MENERIMA & MERENUNGKAN (M2)
Ayat FT yang kita baca hari ini mungkin adalah salah satu ayat yang paling sering kita baca atau dengar. Tapi jujur sebagian kita termasuk saya (mungkin tidak semua orang) tidak memahaminya secara mendalam. Ya, pasti kita tahu bahwa ayat tersebut memberitahukan kepada kita untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hidup kita. Namun jujur seringkali itu seperti diawang-awang. Kita tahu namun tidak benar-benar mengerti. Dan tidak benar-benar mengerti ini cenderung akan membawa kita kepada ketidak tepatan.

Mungkin kalimat ini setidaknya bisa menyederhanakan pemaknaan kita akan ayat tersebut tanpa harus kehilangan esensinya. Kalimat tersebut yaitu Menghargai PerasaanNya. Dengan menghargai perasaanNya, itu berarti kita menjadi orang yang selalu bertindak hati-hati dan tidak sembrono. Hati-hati dalam perkataan kita, hati-hati dalam pikiran kita, hati-hati dalam menggunakan uang kita, hati-hati dalam menggunakan power/pengaruh/wewenang yang kita miliki, hati-hati dalam segala sesuatu yang kita lakukan dan perbuat. Apakah dalam semuanya itu kita sudah memperhatikan perasaan Tuhan? Apakah dalam semuanya itu kita menghargai perasaanNya?
Orang yang mencintai seseorang, ia pasti akan menperhatikan perasaan orang yang dicintainya tersebut. Ia akan berusaha sebisa mungkin untuk tidak menyakiti perasaannya. Dari hal yang kelihatannya sepele sampai kepada hal yang penting/prinsip dia akan berusaha tidak berlawanan dengan perasaan orang yang dicintainya. Bisa dikatakan orang tersebut berusaha melayani perasaan dari orang yang dicintainya. Apa yang menyenangkan perasaan orang yang dicintainya dia akan lakukan.
Demikian juga kita dengan Tuhan. Seharusnya yang kita lakukan dalam hidup kita adalah berusaha melayani perasaan Tuhan. Melayani perasaan Tuhan berarti menghargai perasaanNya dalam segala hal yang kita lakukan. Apa yang menyenangkan perasaan Tuhan itu yang kita lakukan. Dari yang kelihatannya sepele sampai kepada hal yang penting/prinsip apakah kita sudah benar-benar menghargai perasaanNya. Mencintai Kristus lebih dari segala hal artinya kita mengutamakan perasaanNya diatas segalanya. Perasaan Dia lah yang terutama. Kita tahu dalam kehidupan kita sehari-hari saja dengan orang lain, kita berusaha sebisa mungkin menjaga perasaan orang lain apalagi jika orang tersebut adalah orang yang kita hormati. Tutur kata kita kepada orang lain kita jaga, sikap kita, sopan santun, bahkan penampilan pun kita akan jaga supaya orang lain tidak salah menangkap dan akhirnya perasaannya tersakiti. Nah sekarang untuk Tuhan kenapa kita juga tidak lakukan seperti itu? Jika kita melakukannya saya yakin bahwa kita sedang memenuhi ayat dalam Matius 22:37 tersebut.

MELAKUKAN (M3)
Dalam kehidupan pergaulan kita sehari-hari saja terkadang kita masih gagal. Dalam perkataan, seringkali masih terselip sikap sombong atau angkuh. Dalam sikap, seringkali masih meremehkan orang lain dan tidak menghargai perasaannya, dsb. Begitu juga dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kita seringkali masih sewenang-wenang dengan perasaanNya. Bukan hanya tidak menghargai perasaanNya, kita bahkan tidak memperhatikannya. Kita berlaku semaunya kita sendiri. Seolah-olah Tuhan hanya tersinggung jika kita tidak memberikan perpuluhan, atau hanya jika kita melakukan kesalahan-kesalahan yang “besar”. Hari ini kita diingatkan kembali bahwa Dia adalah Kurios Penguasa Tunggal hidup kita. Artinya dalam segala hal Dia ingin itu sesuai dengan perasaanNya. Maka wajar jika Dia menginginkan kita melakukan Matius 22:37 tersebut, karena Dia adalah Penguasa Tunggal hidup kita.
Mari mulai dari hari ini, kita praktekan bahwa dalam segala hal yang kita lakukan kita belajar untuk menanyakan kepada Tuhan apakah ini sesuai dengan perasaanMu? Apakah yang kulakukan ini nantinya akan menyenangkan perasaanMu?Jika aku membeli barang ini apakah ini tidak akan membuat Engkau tersinggung? Mari terus praktekkan sampai ini menjadi kebiasaan. Jangan menyerah jika gagal, terus mencoba lagi dan bangkit karena itu yang menyenangkan hatiNya.
MEMBAGIKAN (M4)
Saksikan kepada sesama anggota komsel perjuangan kita masing-masing dalam belajar menghargai perasaan Tuhan dalam segala hal yang kita lakukan. Baik yang sudah berhasil maupun yang belum. Ceritakan kesulitan-kesulitan yang kita alami dan bagaimana kita mengatasinya supaya teman komsel kita bisa belajar dari semuanya itu.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

