23 April 2021
By: Hendrik Yulianto
Lukas 2:51-52
MENEMUKAN (M1)
Mari kita baca FT hari ini dari kitab Lukas 2:51-52 “Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia”. Coba renungkan pelajaran apa yang bisa kita peroleh dari FT tersebut?
MENERIMA & MERENUNGKAN (M2)
Setiap orang tua pasti ingin anak-anaknya bertumbuh. Bukan hanya fisik tapi juga kecerdasan, mental, spiritual, tanggung jawabnya, cara berpikir dan pemahamannya akan banyak hal. Tentu orang tua tidak ingin anaknya hanya bertumbuh secara fisiknya saja, tapi tidak mengerti apa-apa. Saat anak kita baru pertama kali bisa bicara walaupun cuma satu kata, atau bisa berjalan pertamakali walau cuma satu langkah, kita sebagai orang tua sangat senang sekali. Begitu juga ketika anak kita mulai bisa membaca satu huruf, berhitung 1-10 kita sebagai orangtua sangat bangga sekali.
Tapi ketika anak kita mulai berusia misalnya 7 atau 8 tahun dan anak kita hanya bisa berhitung 1-10 tentu kita akan mulai khawatir. Saat anak kita usia 5 tahun masih ngompol tentu kita masih maklum, tapi jika sudah usia 12 tahun masih ngompol tentu kita akan khawatir, marah, dan juga mungkin sedih.

Demikian juga hubungan kita dengan Tuhan. Tuhan ingin kita terus mengalami pertumbuhan dalam pengenalan kita akan Dia. Dia tidak ingin kita selamanya seperti anak kecil yang hanya bisa meminta saja kepada orang tuanya dan marah atau kecewa jika permintaannya tidak dikabulkan. Atau seperti anak yang selalu merongrong orang tuanya, tanpa pernah berpikir bagaimana bisa menyenangkan hati orang tuanya. Tuhan ingin kita bisa menjadi pribadi yang sepadan dengan Dia. Bukan tanpa alasan jika Tuhan memberikan otak yang luar biasa pada manusia. Karena Tuhan ingin dalam level tertentu kita bisa mengimbangi kecerdasanNya, memahami pemikiranNya, bisa memahami rencanaNya. Meskipun tentu kita tidak akan bisa menyamai pemikiran Tuhan yang begitu sempurna.
Kita tidak akan bisa menjelaskan kepada anak usia 5 tahun tentang artinya bekerja, atau menjelaskan sebuah tanggung jawab yg rumit. Dan selama anak kita masih dilevel yang belum cukup kita tidak akan bisa menjadikan dia rekan yang sepadan, yang bisa kita ajak berdiskusi, menjelaskan rencana-rencana kita dan juga berbagi cerita bersama. Tuhan ingin kita bisa menangkap apa isi hati Tuhan, bisa mengerti apa yang Tuhan bicarakan dan pada akhirnya bisa Tuhan percayai menjadi sahabatNya. Tentu ini sebuah hubungan yang indah sekali jika kita bisa sampai pada level menjadi sahabatNya.
“Cinta akan tumbuh sempurna, hanya jika ada pasangan yang sepadan”
MELAKUKAN (M3)
Kita harus memandang serius pertumbuhan rohani kita. Kita perkarakan kepada Tuhan, sudah sejauh apa pertumbuhan kita. Apakah sudah sesuai dengan yang Dia inginkan? Karena hanya kita sendiri dan Tuhan lah yang tahu tingkat pertumbuhan rohani kita, walaupun orang lain bisa melihat gejala-gejalanya. Pertumbuhan rohani bukan hanya bicara tentang pengetahuan akan Tuhan tapi bicara tentang pola pikir kita yang semakin hari semakin sesuai dengan pola pikir Allah yang pada akhirnya menghasilkan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kehendak Allah. Dan itu semua tidak bisa terjadi jika tidak ada perjumpaan dengan Tuhan dalam persekutuan pribadi yang terus menerus baik melalui pembacaan FT, doa, saat teduh, maupun melalui segala peristiwa dan pergumulan hidup yang kita alami.

Dan ini tidak bisa dicapai dalam sekejap, perlu proses, keinginan untuk bertumbuh dan pengorbanan. Tuhan Yesus pun dalam hidupNya sebagai manusia mengalami proses pertumbuhan, bukan hanya fisiknya saja tapi juga hikmatNya (pola pikir yang sesuai dengan pola pikir Allah) dimana Dia semakin dikasihi oleh Bapa dan manusia. Dia rela (ada keinginan untuk tumbuh) untuk tetap hidup dalam asuhan Yusuf dan Maria dimana Dia di didik dalam adat istiadat yahudi yang ketat sehingga Dia pun sangat paham sekali akan isi Taurat.
Karena itu mari miliki selalu keinginan untuk bertumbuh, jangan pernah puas dengan keadaan kita yang sekarang. Kemudian teruslah konsisten dalam pembacaan FT, doa pribadi dan saat teduh dan juga dalam segala peristiwa yang kita alami cobalah untuk menemukan Tuhan didalamnya.
Coba praktekkan (hanya saran)..saat membaca FT, coba berilah waktu 15 menit setelahnya tanpa memikirkan apapun selain FT yang sudah dibaca. Berikan waktu untuk hati dan pikiran kita merenungkannya dan mencerna maksud dari FT tersebut, jika ada hal yang tidak mengerti carilah referensi-referensi. Jangan hanya kejar menyelesaikan pembacaan Alkitab. Tentu baik berhasil membaca Alkitab dari Kejadian-Wahyu untuk mengerti kronologis dan konteks dari Alkitab. Tapi lebih penting lagi adalah memahami dan menangkap pesan dari ayat-ayat yang ada dalam Alkitab.
Kemudian saat doa pribadi buatlah simple yaitu cobalah untuk fokus hanya menikmati Dia, lupakan dulu list doamu. Jika Tuhan menggerakkan untuk engkau mendoakan list doamu barulah engkau doakan. Dalam segala pergumulan atau peristiwa-peristiwa yang engkau alami cobalah bertanya kepada Tuhan apa makna dari semuanya itu dan respon apa yang Dia ingin untuk kita lakukan.
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakan kepada saudara seiman satu peristiwa atau pergumulan hidup yang engkau alami yang menurutmu itu membuat engkau semakin mengenal Allah.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

