SABTU – SEMAKIN MENGENAL DIA (Bag-1)

24 April 2021

By: Hendrik Yulianto
Matius 8:20, Matius 9:6
MENEMUKAN (M1)

Tuhan Yesus seringkali menyebut diriNya sendiri adalah Anak Manusia. Mari kita lihat pada ayat-ayat berikut : Matius 8:20, Matius 9:6, Matius 12:8, Matius 12:40, Matius 13:41, Matius 19:28, Matius 20:18, Matius 20:28, Matius 24:27, dst. Jika Dia sering melabeli diriNya sendiri adalah Anak Manusia, bukankah itu berarti sesuatu yang penting? Apa maknanya bagi kita?

MENERIMA & MERENUNGKAN (M2)

Orang yang mencintai seseorang pasti berusaha untuk mengenal lebih dekat siapa yang dia cintai tersebut. Keluarganya, pendidikannya, bagaimana pekerjaannya, sifat2nya,kebiasaan2nya dsb. Semuanya itu agar mendapatkan kepastian apakah benar dia sosok yang layak untuk dicintai dan dikasihi. Setelah sebelumnya kita belajar mengenai apa yang harus kita lakukan dalam mencintai Kristus lebih dari segala hal, sekarang kita ingin mengenal sosok pujaan kita lebih dekat yaitu Yang Mulia Tuhan kita Yesus Kristus.

Kata Anak Manusia yang sering Yesus sendiri sebutkan ingin menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah sosok manusia yang sama dengan kita yaitu lahir dari manusia lain, yaitu melalui rahim perawan Maria yang dimana tentunya bukan melalui hubungan persetubuhan pria dan wanita. Maria masih perawan saat mengandung Yesus oleh Roh Kudus (Lukas 1:35). Yesus datang dengan melalui proses kelahiran wajar seperti manusia lain. Karena Ia dilahirkan dari rahim seorang wanita maka Dia boleh menyebut diriNya sebagai Anak Manusia. Dia ingin menunjukkan bahwa diriNya benar-benar menjadi manusia. Ia bukan setengah manusia atau setengah Allah. Ia benar-benar menjadi manusia walaupun diriNya adalah satu pribadi dalam lembaga Allah (Elohim ; Kejadian 1:26-27). Ia adalah Allah sendiri yang menciptakan langit dan bumi bersama Allah Bapa (Yoh 1:1-3).


Yesus disebut pula sebagai Adam terakhir (1 Kor 15:45-47) yang artinya dia memiliki keberadaan sama seperti Adam. Dia merupakan jenis manusia yang sama dengan Adam. Yang artinya sebagai manusia Dia bisa merasakan sakit, lapar, haus, lelah dan bahkan mati. Hal ini penting karena sering kita temui dan mungkin juga termasuk kita memiliki kecurigaan bahwa Yesus bisa taat kepada kehendak Bapa, bisa memikul penderitaan yang begitu hebat, bisa tidak jatuh dalam dosa sekalipun Dia dicobai adalah karena Dia Allah. Dan karena Dia walaupun dalam rupa manusia, tapi didalam benak kita, kita seringkali berpikir bahwa Dia adalah jenis manusia yang lain yang mempunyai kekuatan super.

Hanya dengan mengetahui sosok Yesus dan mengenal Dia secara benar sajalah maka kita bisa benar-benar mencintai Dia lebih dari segala hal. Kita tahu bahwa pertama dengan Dia menyebut diriNya adalah Anak Manusia ingin disampaikan bahwa penderitaan yang Dia alami, ketaatan yang dilakukan, rasa sakit yang Dia derita, mujizat yang Dia lakukan adalah real bukan rekayasa dalam keberadaanNya sebagai manusia biasa. Dan juga hendak menunjukkan bahwa Dia tidak berlaku curang atau bermain sandiwara ketika Dia menanggung segala penderitaanNya untuk kita. Bukan karena Dia Allah maka sudah pasti Dia akan menang, melainkan semuanya itu Dia lakukan dalam keberadaanNya benar-benar sebagai manusia. Selain bisa mengalami sakit, Dia juga bisa mengalami kematian. Namun karena kesalehanNya lah Dia dibangkitkan oleh Bapa, bukan karena Dia Anak Allah (Ibrani 5:7). Kedua, ini menjadi penyemangat kita bahwa seperti Dia sebagai manusia bisa taat kepada kehendak Bapa, bisa memikul salib, merendahkan diri, menanggung penderitaan, maka kita pun juga pasti bisa melakukannya seperti yang sudah Dia teladankan. Tentu tingkat kesulitan yang kita alami dengan yang Dia alami berbeda, tapi tentunya tidak akan melebihi batas kekuatan yang Tuhan berikan kepada kita.

MELAKUKAN (M3)

Jadi betapa luar biasanya pengorbanan yang sudah Tuhan Yesus lakukan untuk kita. Dia yang menciptakan langit dan bumi rela menjadi manusia dan mengalami semuanya secara real. Harusnya hal ini membuat kita semakin menghormati Dia bukan semata-mata karena Dia Tuhan tapi karena Dia sudah merelakan diriNya menjadi korban bagi penebusan dosa-dosa kita dan menjadi teladan bagi kita. Mari kita semakin menghormati Dia dengan pantas dengan cara kita mengikuti teladan hidupNya. Kita belajar untuk mengikuti ketaatanNya kepada Bapa, kerelaanNya untuk kehilangan kesenangan agar supaya Dia bisa menggantikan kita dikayu salib. Jika ada dari hidup kita yang sampai saat ini masih menyakiti hatiNya, mari kita berhenti melakukannya dan belajar dari hari ke hari menyenangkan hatiNya.

MEMBAGIKAN (M4)

Jika ada anggota komselmu yang masih meragukan keabsahan Yesus sebagai manusia saat Ia dibumi, bagikanlah kebenaran ini kepadanya dan berdoalah kepada Tuhan agar imannya boleh dikuatkan. Tuhan Memberkati.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47