29 April 2021
By: Pdt. Santoso S. Hutabarat
Markus 8:35
A. Pengantar
Saudara-saudari jikalau kita simak dengan baik setiap hukum rohani yang bersumber dari Alkitab , selalu bertolak belakang dengan hukum-hukum yang berasal dari dunia ini. Kenapa demikian? Tentu jawabannya karena pembuat hukumnya berbeda. Hukum Rohani dibuat oleh Allah sehingga selalu mengarahkan setiap pengemban hukum itu untuk mengikuti Allah. Hukum Allah selalu memberikan keuntungan bagi Allah dan pemerintahannya.
Bagaimana caranya kita dapat menjadi pengemban Hukum Allah? Dalam Markus 8:35, sangat jelas disebutkan bahwa harus ada penyerahan nyawa atau hidup kepada Tuhan agar Anda menerima kehidupan yang sejati. Seperti apakah ukuran kehidupan yang sejati? Yakni kehidupan yang bersumber dari Yesus Kristus dan berita Injil. Agar dapat dipenuhi dengan kehidupan sejati atau ilahi, diri Anda harus dilepaskan dari cara hidup yang berpusat pada keinginan daging, agar kehidupan ilahi yakni keinginan roh memenuhi hidup Anda. Kehilangan nyawa berarti melepaskan semua mimpi, cita-cita dan ambisi pribadi yang sama sekali bertentangan dengan makna salib dan sifat-sifat Yesus Kristus, agar hanya kerinduan dan kehendakNya saja yang memenuhi pikiran Anda.

B.1. Menemukan
Perhatikanlah dengan seksama Markus 8:35,
- Barangsiapa mempertahankan nyawanya akan kehilangan…. dan barangsiapa kehilangan nyawa karena … dan… akan ….. hidupnya.
B.2. Merenungkan
Apakah arti kehilangan dan apakah arti nyawa buat Anda? Seberapa kuat Anda mau kehilangan nyawa?

B.3. Melakukan
Pikirkanlah, apakah ada obsesi pribadi yang melampau keinginan Tuhan untuk hidup Anda? Rencanakanlah untuk memperbaharui pikiran Anda dengan membuka diri pada harapan, kehendak dan ketetapan Tuhan.
B.4. Membagikan
Teruslah bersaksi kepada orang lain tentang bukti penyelamatan hidup Anda setelah Anda melepaskan masa lalu dan membuka diri pada janji-janji Tuhan untuk hidup Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

