SENIN – Pikiran yang Benar Melahirkan Sikap yang Benar

14 Juni 2021

By : Pdt. Santoso S. Hutabarat
Yosua 1:15-17
A. PENGANTAR

Apakah sikap hati? Sikap hati adalah ekspresi diri terhadap Orang, situasi dan barang yang kita gunakan. Ada pengaruh Personaliti (bagaimana seseorang bertingkah laku di hadapan orang lain secara situasional), Karakter (respon seseorang pada saat kondisi tertekan atau mendapat pujian) dan temperamen (bawaan sifat seseorang yang dipengaruhi faktor keturunan dari buyut sampai diri kita). Pengetahuan tentang seseorang, barang atau situasi, akan menentukan bagaimana respon kita atau sikap hati kita. Ketika pasukan yang dipimpin Yosua mendengarkan perintah Yosua dalam menjalankan tugas menuju Tanah Kanaan, mereka mengetahui dan memahami bahwa apa yang dikatakan Yosua sama seperti apa yang dikatakan Musa, dimana sumber utama nya adalah Allah Israel. Sekalipun tidak mudah untuk mengintai dan menduduki tanah Kanaan, namun tidak mengganggu hati mereka untuk tetap bersikap benar dan tunduk kepada Yosua. Pikiran yang benar akan membentuk emosi yang benar dan dapat bersikap benar. Sikap itulah yang mendorong pasukan Yosua bertindak benar.

Saat firmanNya tinggal dalam pikiran bawah sadar kita (Roma 12:2-Subconcious mind), maka sikap hati pasti benar ketika ada orang-orang yang membenci kita, atau situasi yang merugikan pertemanan atau bisnis kita.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah Yosua 1:15-17
1.Apakah yang dikatakan pasukan Yosua kepada Yosua? (ayat 16)
2.Apakah yang dikatakan pengikut Yosua tentang Tuhan? (Ayat 17)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Sikap hati tidak dibentuk dalam sekejap. Menurut Anda, di situasi yang tidak mudah, bagaimana bisa pasukan Yosua bersikap tunduk kepada Yosua, tatkala mereka tahu bahwa medan perjuangan mereka tidak mudah mencapai Tanah Kanaan?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Bangunlah pikiran yang benar dengan merenungkan taurat Tuhan siang dan malam agar terbentuk emosi yang sehat dan sikap hati yang konsisten benar. Apakah rencana Anda?

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saksikan pertolongan Tuhan dalam membentuk kedewasaan bersikap hati kepada orang dan situasi yang tidak baik.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47