25 Juli 2021
By : Hendrik Yulianto
YOH 4:23
A. PENGANTAR
Kita sudah belajar bahwa Yesus lah Kebenaran yang sejati (aletheia/truth). Untuk memiliki pengertian yang benar tentang Allah dan kehidupan ini kita bisa melihat kepada kehidupan Tuhan Yesus sendiri. Dialah standar kehidupan bagi orang percaya. Kemudian kita juga harus memiliki rasa haus dan lapar akan kebenaran, karena hanya orang yang haus dan lapar akan kebenaran saja yang dibawa menemukan segala sumber daya untuk terus bertumbuh dan akan mengalami pembaharuan pengertian/pikiran agar mengerti kehendak Allah. Dan kita harus tetap dalam kebenaran, konsisten meneladani Yesus dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun kondisinya. Karena ketika kita tetap dalam kebenaran, kita akan mengetahui memahami dan mengalami kebenaran yang akan memerdekakan kita. Juga kita harus waspada terhadap pengajaran yang tidak sehat yang hanya memuaskan selera kita tapi sebenarnya tidak menyehatkan dan tidak membuat kita bertumbuh.
Kenapa kita harus belajar memahami, mempraktekan dan mengalami semua itu adalah karena Bapa disorga menghendaki kita menyembah Dia dalam roh dan kebenaran. Dalam roh dan kebenaran artinya tidak penting dimana kita menyembah Dia ataupun hal-hal yang bersifat lahiriah lainnya, tapi yang penting adalah apakah penyembahan kita itu bersifat rohani dan sungguh-sungguh? Apakah dalam keseharian hidup kita, kita hidup dalam kebenaran dengan meneladani kehidupan Tuhan Yesus? Apakah saat kita bernyanyi memuji Tuhan, disaat yang sama perkataan, perbuatan, pikiran kita juga memuji Tuhan? Jika tidak, maka saat kita bernyanyi memuji Tuhan itu kita sebenarnya sedang mempermainkan Tuhan dan menipu diri sendiri.

Ini yang seringkali kita salah, kita berpikir Tuhan cukup dipuaskan dengan pujian penyembahan kita. Apalagi ditambah dengan disampaikan ayat bahwa Tuhan bertahta diatas pujian umatNya. Yang jika tidak disampaikan dengan tepat, seolah-olah itu semua cukup dan memuaskan Tuhan. Padahal yang tepat adalah Tuhan bertahta diatas pujian orang-orang yang hidupnya benar. Yang artinya bukan hanya dimulut saja percaya kepada Dia tapi juga yang segala perbuatan dan tingkah lakunya menyuarakan hal yang sama seperti saat mereka memuji Dia. Yang hidupnya selaras dengan kehidupan Tuhan Yesus. Bapa disorga menghendaki penyembah-penyembah yang demikian.
PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari kita baca Yohanes 4:23-24 dan temukan :
- Penyembah seperti apa yang Bapa kehendaki?
- Penyembah benar akan menyembah Bapa dalam apa?
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Mari kita renungkan bahwa yang terpenting adalah apakah hidup kita sudah berkeadaan seperti yang Bapa kehendaki? Banyak hal yang mungkin kita masih meleset dan menyakiti hatiNya. Karena itu kita harus terus senantiasa mau untuk memperbaiki diri selama masih Dia beri kesempatan.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Mulai saat ini kita terus belajar menyembah Bapa disorga bukan hanya dengan nyanyian kita tetapi yang terpenting adalah melalui perbuatan, setiap ucapan, bahkan semua yang kita renungkan dan kita pikirkan. Bahwa ruang ibadah kita adalah disetiap langkah kita, dan dimanapun kita berada kita menyembah Bapa.
Jika kehidupan sehari-hari kita benar, kita akan bisa merasakan saat kita berdoa menyembah Dia kita seperti langsung bisa terkoneksi dengan Dia dan merasakan hadiratNya yang luar biasa yang mengubahkan kita. Halleluya!
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saling menguatkanlah diantara saudara seiman untuk terus mempraktekkan kehidupan yang benar yang Bapa kehendaki seberapapun sulitnya keadaan yang dialami.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

