24 Juli 2021
By : Hendrik Yulianto
2 TIMOTIUS 4:3
A. PENGANTAR
Dalam 2 Timotius 4:3, Tuhan melalui Paulus memberitahukan kepada kita bahwa akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran yang sehat melainkan orang akan mencari guru-guru yang pengajarannya sesuai dengan selera mereka. Sesuai dengan selera mereka berarti hal-hal yang enak didengar saja, yang menyenangkan hatinya. Bahkan jika dalam versi Bible Message disebutkan orang lebih suka dengan spiritual junk food. Junk food seperti yang kita tahu adalah makanan yang selain bisa mengenyangkan, juga kebanyakan rasanya enak dan pas dilidah. Tidak heran banyak orang dari anak kecil sampai orang tua gemar sekali dengan junk food bahkan seperti kecanduan. Padahal dibalik rasanya yang enak dan mengenyangkan, junk food sangatlah tidak menyehatkan bagi tubuh karena selain gizinya rendah, juga biasanya tinggi kandungan garam, gula dan lemak transnya. Juga menurut ahli gizi, junk food bisa juga makanan yang tidak seimbang kandungan gizinya yang kaya akan 1 zat gizi saja.
Demikian juga hari-hari ini banyak orang lebih suka mendengarkan pengajaran yang enak dan menyenangkan buat hatinya saja. Orang suka di nina bobokan dengan pengajaran-pengajaran yang menekankan bahwa orang Kristen itu punya banyak keistimewaan : hidupnya selalu diberkati, bebas dari penyakit, ditentukan jadi kepala bukan ekor, karirnya selalu menanjak dan tidak pernah turun, dst. Orang suka mendengar pengajaran yang membuat dia bersemangat untuk mengalami berkat-berkat Tuhan. Sebaliknya orang tidak suka atau mungkin tidak terlalu suka dengan pengajaran-pengajaran yang mengajak orang untuk hidup kudus, mengajak orang untuk memberikan hidup bagi Tuhan, mengajak orang untuk menjadi serupa dengan Kristus. Intinya pengajaran-pengajaran yang menuntut orang untuk menyerahkan hidupnya bagi Tuhan itu tidak terlalu populer. Lihat saja dimedia-media sosial, pengajaran-pengajaran yang intinya adalah bagaimana mengalami berkat jasmani itu viewer dan followernya banyak sekali. Banyak orang tidak menyadari bahwa pengajaran-pengajaran itu hanya mengenyangkan saja, tapi tidak menyehatkan dan cenderung tidak membuat orang bertumbuh secara rohani. Mungkin pengajaran-pengajaran itu tidak sepenuhnya salah, tapi seringkali disampaikan tidak lengkap (hanya kaya akan 1 zat gizi saja) yang membuat orang yang mendengarnya tidak memahami gambaran yang benar dan utuh. Misalnya tentang Tuhan itu baik. Ya kita memang dan harus percaya bahwa Tuhan itu baik, tapi harus disampaikan bahwa baik disini adalah menurut ukuran Tuhan bukan menurut kita. Dan jika baik menurut Tuhan belum tentu itu baik dimata kita. Jika kita tanya dimanakah kebaikan Tuhan itu, kepada orang-orang percaya di zaman gereja mula-mula dimana banyak diantara mereka yang dianiaya, dimasukkan ke gua singa, disalib terbalik, digergaji, dibakar hidup-hidup, dsb yang sepertinya Tuhan tidak menolong mereka. Tentu pastinya mereka akan menjawab bahwa Tuhan itu baik bukan karena mereka mengalami berkat-berkat jasmani dan kemudahan hidup, tetapi karena mereka melihat bahwa dalam segala kondisi Tuhan bekerja untuk membuat mereka semakin memiliki iman yang murni dan keadaan yang menyenangkan hati Tuhan.

Oleh karena itu kita harus tetap berada dalam pengajaran yang sehat yaitu pengajaran yang memuat kebenaran yang murni. Kebenaran yang murni adalah kebenaran yang mengacu pada kehidupan Tuhan Yesus sendiri. Kebenaran yang disampaikan untuk menyukakan hati Allah bukan menyukakan hati manusia. Kebenaran yang orientasinya bukan kenyamanan hidup di bumi, melainkan fokus mengejar kesempurnaan seperti Bapa dan serupa dengan Yesus. Pengajaran yang berpadanan dengan Injil bukan yang lain.
Jika kita orang yang haus dan lapar akan kebenaran, kita akan diberi Tuhan kemampuan untuk bisa menilai dengan hati nurani kita manakah pengajaran yang benar atau yang bukan atau tidak tepat. Karena pengajaran yang benar akan bisa dinilai dengan hati nurani yang benar, bukan dengan akal pikiran yang seringkali sudah terbelenggu oleh pengajaran tertentu yang sudah diyakini dalam waktu lama.
PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari baca 2 Timotius 4 : 3 dan temukan :
- Akan tiba waktunya orang tidak lagi dapat menerima apa?
- Tapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut siapa? Untuk memuaskan keinginan siapa?
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Mari kita renungkan, jangan-jangan kita pun hanya suka dengan pengajaran-pengajaran yang menurut kita itu sesuai dengan keinginan kita bukan keinginan Tuhan. Dimana keinginan kita itu seringkali adalah hidup yang nyaman dan tanpa masalah, hidup yang diberkati secara jasmani. Sedangkan keinginan Tuhan adalah bagaimana kita semakin serupa dengan Dia.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Mari kita terus miliki sikap dan hati yang haus untuk bisa mengalami pengajaran yang sehat yang membuat kita terus bertumbuh semakin serupa Kristus. Bukan hanya puas dengan pengajaran-pengajaran yang menyenangkan kita tapi sebenarnya membuat kita kerdil.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Bagikan dengan saudara seiman pengalaman anda mengalami kebenaran yang membuat anda bertumbuh semakin dewasa dalam Kristus.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

