23 Juli 2021
By : Hendrik Yulianto
YOH 8:32-34
A. PENGANTAR
Kemarin kita sudah belajar bahwa kita harus tetap dalam Firman Nya yang adalah kebenaran. Kita harus melakukan apa yang Dia katakan, tidak cukup dengan percaya saja. Dan kata tetap termuat juga konsistensi didalamnya, harus dilakukan terus menerus di manapun, kapanpun dan bagaimanapun.
Hari ini kita belajar dari Yohanes 8 :32-34 bahwa jika kita konsisten melakukan apa yang Dia katakan maka kita akan mengetahui kebenaran yaitu pengetahuan yang benar tentang Allah dan juga kehidupan ini, dan kebenaran itu akan memerdekakan kita. Mengetahui disini bukan hanya bertambahnya pengetahuan melainkan juga memahami dan mengalaminya. Kita bisa saja mendengar banyak khotbah atau pengajaran tentang Tuhan, tapi jika kita tidak memahami dan mengalaminya sendiri maka itu hanya akan menjadi pengetahuan belaka yang tidak memiliki kuasa untuk mengubahkan hidup kita. Hanya dengan memahami dan mengalami sendiri barulah kebenaran itu akan memerdekakan kita. Merdeka dari apa? Dari perbudakan dosa. Apa itu dosa? Dosa dalam bahasa aslinya adalah hamartia yang berarti meleset. Jadi segala sesuatu yang meleset dari kehendak dan pikiran Allah adalah dosa. Bahkan jika sesuatu itu sepertinya baik dimata manusia, tapi jika tidak sesuai dengan kehendak Allah itu adalah dosa. Segala sesuatu artinya bukan hanya tindakan, melainkan juga motivasi, pikiran, dan juga keinginan.

Jadi dosa bagi orang percaya bukan hanya pelanggaran terhadap norma-norma hukum atau agama atau pelanggaran moral, tapi lebih dari itu yaitu segala sesuatu yang meleset dari kehendak dan pikiran Allah. Selama tindakan, motivasi, keinginan dan pikiran kita tidak sesuai dengan yang Allah mau maka kita sebenarnya masih meleset. Seberapa sering kita meleset? Mungkin tiap hari ada saja yang masih meleset, entah itu keinginan, pikiran, motivasi atau tindakan kita. Oleh karena itulah kenapa kita harus mengalami pembaharuan pikiran setiap hari, yaitu agar kita mengerti manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna yang pada intinya berarti kita tidak meleset.
Kebenaran seperti apa yang akan memerdekakan kita? Kebenaran yang mengacu kepada kehidupan Tuhan Yesus dan yang kita pahami dan alami.
PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari baca Yohanes 8 : 32-34 dan temukan :
- Apa hasil dari kita tetap didalam FirmanNya dan menjadi murid Kristus?
- Apa yang memerdekakan kita?
- Merdeka dari apa?
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Mari kita renungkan masing-masing, apa yang seringkali kita masih meleset yang sekiranya tidak berkenan dihati Tuhan? Apakah tindakan, motivasi, keinginan, pikiran-pikiran? Mari masing-masing temukan.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Setelah kita menemukan apa yang yang seringkali kita masih meleset, kemudian kita coba cerminkan kepada kehidupan Tuhan Yesus. Misalnya Sebuah contoh kecil, setiap orang ingin hidup berkecukupan. Nah dalam hal hidup berkecukupan ini bagaimana kebenarannya? Apa yang bisa kita pelajari dari kehidupan Yesus? Pernahkah kita dapati di Alkitab Dia mengejar harta dunia? Mungkin kita berpikir oh itu kan Yesus, Dia Tuhan, saya kan manusia biasa. Dia tahu kita manusia, tapi Dia sendiri mengatakan kita harus tetap dalam FirmanNya, yang berarti Dia tahu kita bisa jika kita mengikuti teladanNya. Bukan berarti hidup berkecukupan dengan harta dunia itu salah, tapi yang salah adalah jika itu menjadi tujuan bukan sarana untuk melayani Tuhan lebih efektif lagi. Contoh yang lain adalah dalam hal berdoa yang kelihatan rohani, seringkali banyak sekali yang kita minta saat berdoa yang sebenarnya agar kita nyaman menjalani hidup ini. Tentang berdoa ini bagaimanakah kebenarannya? Apa yang bisa kita teladani dari kehidupan doa Yesus? Pernahkah kita dapati Dia berdoa untuk kebutuhan-kebutuhannya sendiri? Kemudian cara berdoanya bagaimana? Pernahkah kita dapati Dia memaksa Bapa disurga memenuhi keinginanNya? Jika kita ingin tahu kebenaran tentang doa, maka kita harus belajar seperti cara Yesus berdoa bukan kepada yang lain. , Begitu juga dengan hal-hal yang lain kita harus belajar kepada cara hidup Yesus. Dengan mengetahui, memahami dan mengalami kebenaran-kebenaran tentang segala sesuatu yang seringkali kita meleset maka kita akan diubahkan dan dimerdekakan oleh kebenaran itu.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saling berbagi kesaksian lah tentang kebenaran-kebenaran yang memerdekakan anda dari kemelesetan-kemelesetan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

