30 Juli 2021
By : Pdt. Freddy K. H. Siregar
Ibrani 12:28-29
PENGANTAR
Allah kita adalah Api yang menghanguskan karena IA ALLAH yang MAHA SUCI, MAHA KUDUS, MAHA AGUNG, MAHA ADIL, MAHA MULIA, MAHA TAHU, dstnya. Oleh sebab itu sangatlah penting untuk memiliki sikap hati yg benar saat kita menghampiri ALLAH dengan berdoa, merenungkan FirmanNya, beribadah di kebaktian Minggu/Komsel/Keluarga kita atau di pekerjaan/usaha kita dengan sikap Hormat dan Takut akan Tuhan (bekerja/berusaha juga adalah ibadah).
MENEMUKAN (M1)
Ibrani 12:28-29 (TB), Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.
Bagaimanakah seharusnya sikap kita dalam mengucap syukur dan beribadah kepada Allah?

MERENUNGKAN (M2)
Pada waktu Musa menggembalakan kambing domba di gunung Horeb, Allah menampakkan diri dalam Kemahasucian, dalam nyala apiNya yg menyala2 yg keluar dari semak duri tetapi tidak membakarnya; dan di gunung Sinai pun Allah menyatakan kehadirannya dalam bentuk guruh, kilat, awan, diatas gunung, dan dengan bunyi sangkakala yg sangat keras; TUHAN hadir dalam api dan asapnya membumbung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar.
Dan kita bersyukur, oleh pengorbanan Yesus, dan oleh karena cintaNya kepada kita, ia dengan rela memberikan, menghanguskan dan mengorbankan diriNya (consume himself, Our God is Consuming fire) karena begitu sedih melihat kita yg berdosa; Allah menyatakan kebenciannya atas dosa manusia dengan mengorbankan diriNya, dan kepada diriNya IA menimpakan hukuman yg seharusnya kita tanggung, supaya KITA yg seharusnya TELAH MATI, menjadi HIDUP, dan HIDUP dalam Status yg baru, sebagai anak2 Allah, dan berhak menerima seluruh Janji2 Allah, dan HIDUP dengan cara yg baru yaitu: HIDUP SEPERTI KRISTUS HIDUP, 1 Yoh 2:6, Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia (Kristus), ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

MELAKUKAN (M3)
Nadab dan Abihu mati karena bersalah, tidak menghormati Tuhan dengan mendatangkan api yg tidak Tuhan suruh. Karena euforia terbawa suasana/perasaan senang berlebihan, mereka tidak sadar telah menganggap rendah Tuhan yg seharusnya mereka takuti dan hormati. Dan kitapun jika datang menghampiri Tuhan dengan sikap yg salah, juga bisa mengalami “kematian” yg membuat kita tidak dapat mendengar suara Tuhan, atau kehilangan damai sejahtera, hidup dalam dosa, kompromi; Oleh karena itu, dalam seluruh aspek kehidupan kita di keluarga, pekerjaan, dalam hubungan relasi, pelayanan, jika kita selidiki hati kita, dalam hal atau sikap apakah kita masih perlu banyak belajar dan harus memperbaiki diri? Sebutkanlah setidaknya 3 (tiga) hal atau sikap yg menurut kita perlu kita perbaiki.
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pengalaman saudara saat menyelidiki hati, mengoreksi diri dan menemukan hal2 atau sikap hati yg salah saat beribadah atau melayani Tuhan, dan mengalami pemulihan kasih Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

