MINGGU – MELEKAT KEPADA TUHAN DAN FIRMANNYA

01 Agustus 2021

By : Pdt. Freddy K. H. Siregar
Mazmur 119:15-18

PENGANTAR

Tuhan Yesus saat menyampaikan tentang tanda-tanda kedatangan-Nya yang kedua kali ke dunia pada akhir zaman, mengingatkan agar tidak meniru atau bersikap seperti isteri Lot (Lukas 17:32-33). Isteri Lot yg telah mendengar perintah Tuhan untuk tidak menoleh/melihat ke belakang (ke Sodom dan Gomora), tetapi malah tidak taat, mengabaikan perintah Tuhan, “kepo” ingin tahu apa yg sedang terjadi dan yg Tuhan lakukan, tidak tahan untuk tidak “menoleh ke belakang” karena teringat dengan segala gaya hidup, reputasi dan kesenangannya dan harta duniawinya yg ada di Sodom dan Gomora.

Kata ‘menoleh’ yg disebutkan dalam peristiwa isteri Lot ini adalah ‘nabath’ yg dalam bahasa Ibrani artinya ‘mengamati dengan seksama atau dengan penuh perhatian, dari kata ini disimpulkan Istri Lot bukan sekedar menoleh ke belakang karena penasaran, tetapi hatinya masih tetap di kota Sodom. Dan dalam penyelamatan Lot dan keluarganya, Tuhan bisa saja menarik atau memindahkan mereka dengan cepat dan ajaib tiba2 sudah di tempat yg aman, akan tetapi Tuhan mengharapkan respon kerjasama kesungguhan hati Lot dan keluarganya, bahkan saat Lot negosiasi memilih tempat aman lain yg selain yg malaikat tunjukkanpun Tuhan kabulkan, tetapi persoalannya adalah sikap hati isteri Lot yg ‘nabath’ ke Sodom, tidak taat dan menghormati Tuhan, dan membuat ia mati dan menjadi tiang garam.

MENEMUKAN (M1)

*~Mazmur 119:15-18, “Aku hendak merenungkan titah-titahMu dan mengamat-amati jalan-jalanMu. Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan. Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup, dan aku hendak berpegang pada firman-Mu. Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

  1. Bagaimanakah seharusnya respon kita terhadap titah-titah (perintah2) dan jalan2 Tuhan?
  2. Apakah yg harus kita lakukan agar hidup dan dapat memandang keajaiban2 Taurat/Firman Tuhan?

MERENUNGKAN (M2)

Kita bersyukur karena sepanjang minggu ini telah sama2 belajar mengenal dan memahami bahwa ‘Allah kita adalah api yg menghanguskan’. Dan juga kita bersyukur karena kita tidak lagi datang ke gunung Sinai/Horeb, tetapi oleh kasih karunia keselamatan didalam Yesus Kristus kita telah datang ke ‘gunung yang baru’, gunung Allah YANG HIDUP, ke Bukit Sion, ke kota Allah yg hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yg meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yg namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yg menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yg telah menjadi sempurna (Ibrani 12:22-23); dan betapa sangat penting agar beribadah dan melayani Tuhan didalam takut dan Hormat akan DIA, dengan membangun kehidupan kita yg semakin berkenan dan menyenangkan hati Tuhan.

MELAKUKAN (M3)

“Panggilan kudus” adalah panggilan utk dipisahkan dari dosa dan keduniawian, untuk dikhususkan bagi Allah, bagi KerajaanNya dan hidup dalam terangNya yg ajaib. Dan Pembacaan kita hari ini juga dapat menjadi peringatan bagi kita utk bersiap-siap menyambut kedatangan Tuhan yg kedua kalinya, maka menurut kita, hal2 apakah yg dalam hidup kita yg masih harus kita tambahkan atau kita perbaiki agar semakin berkenan dan melekat dengan hati Tuhan?

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pengalaman saudara saat memfokuskan diri utk semakin melekat dengan hati Tuhan dan Perintah2Nya.

Tuhan Yesus Memberkati

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47