02 Agustus 2021
By : Pdm. Rudy Langitan
Lukas 1:26-38
PENGANTAR
Malaikat Gabriel muncul di hadapan Maria. Dan menyampaikan maksud Allah, “Dimana Allah akan memberikan karunia pada-nya untuk mengandung dan akan melahirkan anak laki-laki (Yesus), anak ini akan besar dan disebut Anak Allah yang Mahatinggi. Dan atas anak ini Tuhan mengaruniakan tahta Daud. Ia akan menjadi raja atas keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan kerajaanNya tidak akan berkesudahan”
Dan respon atau jawaban Maria yang penuh ketulusan ini adalah “Bagaimana hal ini mungkin terjadi karena aku belum bersuami?” Melihat responya, terlihat bahwa Maria adalah seorang wanita yang benar dan menjaga kekudusan hidupnya. Maria menyampaikan alasannya karena apa yang disampaikan oleh Malaikat adalah sesuatu yang diluar nalar atau diluar akal sehatnya. Absurd!
Sebuah kemustahilan bagi seorang perawan melahirkan anak. Namun ketika ia mendengar keseluruhan penjelasan dari Malaikat, maka Maria justru memilih untuk mempercayai pesan dan rencana Allah itu sepenuhnya! “Bagaimana mungkin seorang perempuan belia, justru menunjukkan pilihan iman yang begitu dewasa dan mempercayai sesuatu yang diluar nalar dan logika?” Dan bagaimana kalau itu terjadi dan ia harus mengandung dan melahirkan? Apa yang akan ia alami (tanggung) dalam tekanan moral di masyarakat sebagai wanita yang hamil tanpa suami?. Maria hanya mau percaya saja!

MENEMUKAN (M1)
Bacalah Lukas 1 : 26-38, Dalam seluruh pergumulan Maria dalam perjumpaannya dengan Malaikat, yang menyampaikan maksud Tuhan yang diluar manusia dan etika moral. Bacalah ayat 37 dan 38 Temukan 2 sikap hati yang dimiliki Maria sehingga ia mempercayai seluruh rencana Allah untuk digenapi dalam hidupnya.
- Ayat 37 “Sebab Bagi Allah…………………………………………………………
- Ayat 38 “Sesungguhnya aku ini ……………………….., Jadilah………………………
MERENUNGKAN (M2)
Iman memang selalu punya dua sisi (bersifat ambivalen). Iman bisa begitu sulit dan rumit untuk kita mengerti, tetapi iman juga bisa begitu sangat sederhana. Ketika panggilan Allah melampaui pemahaman dan nalar/logika kita, janganlah kita membuang rasio kita, kita boleh kok untuk bertanya mengapa itu bisa? Atau bagaimana itu mungkin bisa terjadi? Sama seperti Maria bertanya “Bagaimana itu mungkin terjadi?”. Tetapi pada akhirnya jauh lebih penting adalah iman percaya kita harus mengalahkan semua nalar kita. Memang banyak hal bagi kita, manusia adalah terlalu mustahil, tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1:37) . Hari ini dalam segala keterbatasan dan kekurangan kita, Allah bekerja menurut caraNya untuk melakukan perbuatanNya yang hebat. Jadi jika Tuhan rindu berkehendak/merencanakan sesuatu padamu, katakan sama seperti Maria katakan, “Jadilah padaku menurut perkataanMu!” wow keren!

MELAKUKAN (M3)
Mari jemaat Tuhan, milikilah iman yang diluar nalar (extraordinary faith), mungkin bagi kita banyak hal yang kita hadapi itu mustahil, “mustahil untuk sembuh”, “mustahil dipulihkan”, “mustahil aku berubah”, “mustahil aku memperolehnya”, “mustahil, mustahil, mustahil”, tetapi hari ini katakan dalam doamu pagi ini, “Bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Dan sesungguh aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanMu. Perjumpaan dengan Allah adalah awal mengalami mujizat.
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pada siapapun, termasuk keluargamu dan teman-teman komselmu bahwa bagi Allah Tidak Ada yang Mustahil, apapun persoalan, tantangan dan rintangan hidupmu hari ini. Amin!
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

