03 Agustus 2021
By : Pdm. Rudy Langitan
Hakim-Hakim 13:1-25
PENGANTAR
Dalam perikop Hakim-Hakim 13:1-25, Tuhan menyerahkan bangsa Israel ke dalam tangan orang Filistin (orang-orang laut) selama empat puluh tahun lamanya, karena kejahatan hati mereka kepada-Nya (Ay 1). Bukan untuk membinasakan bangsa itu, tetapi karena kasih-Nya kepada umat-Nya. Tuhan ingin bangsa Israel sadar akan kejahatan mereka dan berbalik kepada-Nya. Dan masa sengsara ini dipandang sebagai teguran Allah atas seluruh kejahatan Israel, meskipun demikian Allah tetap menunjukkan kepedulianNya kepada umatNya. Tuhan memperlihatkan bahwa Dialah yang sanggup menyelamatkan mereka dari tangan musuh, sehingga hanya kepada-Nya saja seharusnya mereka tunduk dan berbakti. Tuhan membangkitkan seorang hakim yang akan membebaskan mereka, yaitu Simson. Malaikat Allah datang kepada seorang perempuan mandul dari suku Dan (Keluarga Manoah). Ia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan menjadi nazir Allah.

MENEMUKAN (M1)
Renungan pagi ini menceritakan bahwa Tuhan merancangkan rencana penyelamatan bagi orang Israel melalui keluarga Manoah. Sebuah keluarga yang tidak sempurna (memiliki keterbatasan, penuh keterbatasan), karena istri Manoah, adalah wanita yang tidak memiliki anak. Bahkan istri Manoah itu hanya dipanggil “perempuan” tidak memiliki nama atau mungkin tidak terlalu dipandang (dihargai)
Tetapi karya Tuhan luar biasa. Tuhan memilih seorang yang “terbatas “(bahkan mungkin tidak dihargai atau tidak penting) untuk dipakai sebagai alat-Nya untuk menyatakan ketidakterbatasan-Nya. Temukan ayat-ayat yang menjadi fokus kita di pagi ini yaitu
- Apa janji/pesan yang disampaikan malaikat itu pada istri Manoah (ayat 3).
- Apa yang harus perempuan (istri Manoah) harus lakukan, agar janji itu dapat tergenapi? (Ayat 4-5)
MERENUNGKAN (M2)
Selain memiliki kelebihan, setiap kita manusia pasti juga memiliki keterbatasan, mungkin keterbatasan fisik, ekonomi, kemampuan berbahasa, kecerdasan, kemampuan bersosialisasi, dan lainnya. Ada orang yang dalam keterbatasannya, ia kecewa dan marah, tetapi ada orang yang tetap bisa bersyukur dan mau dipakai Tuhan. Ketika seseorang mau membuka hati untuk dipakai-Nya sama seperti istri Manoah, maka Allah terlalu sanggup untuk memakai segala keterbatasannya menjadi berkat bagi banyak orang. Maukah kita dalam segala keterbatasan, kita menundukkan diri dan mau dipakai sebagai alat-Nya sepanjang hidup kita serta menggenapi rencanaNya yang mulia?

MELAKUKAN (M3)
Mari jemaat Tuhan, tidak ada manusia yang sempurna, di dalam keterbatasanmu, Allah yang tidak terbatas terlalu sanggup memakaimu sebagai alat kemulianNya, Allah tidak memulai dari apa yang tidak engkau miliki, Allah akan memulai dari apa yang engkau miliki sekalipun hal itu kecil dan di pandangan tidak bearti bagi banyak orang. “Ingatlah bahwa mujizat terjadi dimulai dari sedikit minyak di buli-buli, dari sanalah kemudian dialirkan ke bejana-bejana yang penuh dengan minyak” (2 Raja 4:1-7). MatematiNya Allah bukan 5+2=7, tetapi 5 roti dan 2 ikan itu sama dengan lebih dari 5000 laki-laki makan kenyang plus bonus 12 bakul.
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pada semua saudaramu/pada banyak orang, bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang tidak terbatas dan bagiNya sangat mungkin mengubah keterbatasan manusia menjadi sesuatu yang tidak terbatas. Saudara percaya dan mau membagikan?
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

