RABU – TUHAN SELALU MENGETUK

04 Agustus 2021

By : Pdm. Rudy Langitan
Yohanes 4:1-42

PENGANTAR

Perasaan tertolak, kesepian, dijauhi orang lain, dan ditimpa berbagai permasalahan hidup yang bertubi-tubi tentu tidak pernah kita inginkan. Tetapi ketika ini kita rasakan, apalagi kita harus menghadapi segalanya sendirian tanpa ada yang peduli, ada kalanya kita tidak lagi bisa berpikir jernih. Saat-saat seperti itu adalah saat-saat yang rawan bagi kita untuk melangkah, karena kita sedang lemah baik secara mental dan juga secara rohani. Hari ini saya diingatkan oleh sebuah kisah yang tertulis dalam Yohanes 4:1-42. Disana kita bisa merefleksikan kisah perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria di pinggir sumur. Tepat tengah hari di saat terik-teriknya, Yesus duduk melepas lelah di pinggir sebuah sumur. Pada saat itu datanglah seorang perempuan Samaria. Ada beberapa hal yang saya rasa menarik untuk kita renungan lewat sosok perempuan Samaria ini.
Pertama, ia jelas berasal dari Samaria. Sebagai orang Samaria pada masa itu tidaklah terpandang di mata orang Yahudi (orang Yahudi bahkan tidak bergaul dengan orang Samaria – ay 4, karena orang Samaria berstatus hina dimata orang Yahudi. Kedua, ia adalah seorang perempuan. Dalam status budaya saat itu perempuan bukanlah ditempatkan diposisi utama. Pria memiliki status yang lebih tinggi dari perempuan pada masa itu. Ketiga, perempuan Samaria ini adalah wanita yang sudah gagal dalam urusan cinta. “Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.” (ay 17-18). Lima kali menikah, dan setelahnya tinggal bersama pria yang bukan suaminya. Ini menunjukkan bahwa ia telah kenyang mengalami kegagalan dalam percintaan. Keempat, perempuan Samaria ini mungkin ditolak oleh sesama perempuan sebangsanya. Ia pergi sendirian ke sumur tanpa ada siapapun disekelilingnya di saat siang hari yang terik

MENEMUKAN (M1)

Dalam Renungan Yohanes 4:1-32, Yesus kemudian bersikap pro-aktif untuk membuka percakapan dengan perempuan itu. Hal itu tentunya tidaklah lazim pada masa itu sehingga si perempuan itu pun sempat terkejut. Bahkan Yesus juga meminta minum kepadanya. “Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (ay 9). Tapi lihatlah apa yang dilakukan Yesus. Bukan saja membuka pembicaraan, tetapi Ia menjangkau perempuan Samaria yang terbuang itu, dan Yesus pun menawarkan air hidup kepadanya.
Apa yang Yesus katakan pada ayat 10, “Jikalau………………………………
Dan Yesus pun menawarkan air hidup, air yang mampu memuaskan kekosongan dan kerinduan jiwanya, Pada ayat 13-14 “Barangsiapa minum air ini……………….Tetapi barangsiapa minum air…………………….

MERENUNGKAN (M2)

Yesus tidak saja berjumpa bahkan Ia akan selalu menjangkau kita terlebih dahulu, Ia mengasihi kita terlebih dulu. Dalam kitab Wahyu, Ia berkata: “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” (Wahyu 3:20). Yesus tidak menunggu kita mengundangNya, Ia berinisiatif, Ia mau mengetok pintu hati kita agar kita menerimaNya.

MELAKUKAN (M3)

Jika hari ini ada diantara kita, yang mengalami situasi tertolak, merasa gagal, rendah, dan merasa lelah menghadapi semua masalah kehidupan ini sendirian seperti perempuan Samaria itu, ingatlah bahwa Tuhan selalu mengetok pintu hati kita dan mengatakan “bahwa Dia tidak pernah membiarkan kita melalui itu sendirian”.

MELAKUKAN (M3)

Mari jemaat Tuhan, Apa yang kita perlu lakukan hanyalah membuka pintu hati kita dan menerimaNya di dalam diri anda. Terimalah air hidup dariNya yang akan mampu memuaskan dahaga dan mengisi kekosongan relung-relung jiwa kita yang kering.

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pada semua saudaramu/pada banyak orang, bahwa Yesus adalah Tuhan yang berinisiatif, Dia tidak pernah membiarkan kita sendiri, jatuh dan kemudian tergeletak. _He never leave you and forsake you “Ia tidak pernah sekali-kali meninggalkan dan membiarkan engkau!”

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47