MINGGU – PERJUMPAAN ILAHI – MASIH KAU MENGASIHI KU?

08 Agustus 2021

By : Pdm. Rudy Langitan
Yohanes 21 :1-19

PENGANTAR

Baca Yohanes 21:1-14. Pertemuan antara Yesus dengan Simon Petrus di tepi danau Tiberias pagi itu seharusnya menjadi pertemuan yang indah, paling tidak pelepas kerinduan antara seorang guru dengan muridnya. Bayangkan, bukankah beberapa waktu sebelumnya mereka baru saja melewati sebuah peristiwa yang begitu menggemparkan sekaligus mengharukan ketika mereka melihat Yesus ditangkap, disiksa dan mati di kayu salib. Dan perjumpaan saat itu adalah momen setelah beberapa hari Yesus bangkit dari kematian.
Perjumpaan pagi itu diawali dengan kembalinya murid-murid Yesus, mereka yang awalnya memang berprofesi sebagai nelayan, dari semalaman pergi menangkap ikan tanpa membuahkan hasil apa-apa. Yesus yang sudah berdiri di tepi pantai menantikan murid-murid kemudian memberi petunjuk agar mereka melemparkan jala mereka ke sebelah kanan perahu. Dan benarlah, pagi itu mereka menangkap sejumlah besar ikan.
Kejadian ini sebenarnya mengingatkan Petrus dan beberapa murid akan peristiwa yang serupa kurang lebih tiga tahun lalu ketika pertama kali ia dipanggil oleh Yesus dari seorang penjala ikan menjadi penjala manusia. Bukankah pada waktu itu ia juga baru pulang setelah semalaman menjala ikan tanpa hasil apa-apa? Atas petunjuk Yesus, dimana ia harus melemparkan jalanya ke tempat yang dalam, maka barulah ia memperoleh tangkapan ikan yang banyak sekali. Sebetulnya, peristiwa siang itu adalah cara Yesus kembali memanggil murid-murid-Nya, khususnya Simon Petrus, untuk kembali mengikut Dia

MENEMUKAN (M1)

Ayat 15-19 Setelah selesai sarapan bersama, Yesus secara pribadi bertanya kepada Simon Petrus, lihat ayat (15)

  1. Hal apa yang ditanyakan oleh Yesus kepada Petrus? Dan Apa jawaban Petrus?…………….
  2. Berapa kali Yesus menanyakan hal yang sama? Mengapa? ……………..

MERENUNGKAN (M2)

Memang beberapa waktu terakhir, bagi Simon Petrus merupakan hari-hari yang penuh dengan kegalauan. Bukankah kita semua tahu, bahwa ia baru saja menyangkal Yesus tiga kali pada malam waktu Yesus ditangkap? Petrus sangat terpukul dan merasa sangat tidak layak untuk menjadi pengikut Yesus. Maka hari itu adalah hari dimana ia kembali ke pekerjaan lamanya sebagai penjala ikan.
Yesus bertanya kepada Simon Petrus apakah ia masih memiliki komitmen kepada Kristus yang lebih besar dari komitmen apa pun yang pernah ia buat. Apakah ia masih memiliki kasih kepada Tuhan yang disertai dengan komitmen untuk mengutamakan Tuhan lebih daripada apa pun. Pertanyaan Yesus ini merupakan sebuah pertanyaan lama yang kembali diulang.
Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita di minggu pagi ini. Tuhan hendak memastikan apakah setiap kita sungguh-sungguh mengasihi-Nya dengan segenap hati kita. Adalah mudah memang menjawab pertanyaan Tuhan ini dengan berkata melalui mulut kita tetapi yang Tuhan rindukan adalah yang komitmen yang berasal dari hati kita yang paling dalam.

MELAKUKAN (M3)

Melalui pesan-Nya di pagi ini sebetulnya Tuhan ingin mengajak kita untuk melakukan introspeksi ulang terlebih dahulu sebelum kita melangkah lebih jauh. Apakah kasih kita kepada Kristus lebih dari semua kecintaan kita terhadap apapun. Iniah yang menjadi pondasi hidup kerohanian kita dan motivasi dasar dari semua yang kita lakukan dalam melayani Tuhan. Tuhan akan selalu menjumpai kita untuk melihat dan menanyakan sampai dimana kasih kita kepadaNya, sebesar apakah?

MEMBAGIKAN (M4)

Mari pastikan saudara-saudaraku bahwa kasih yang engkau berikan kepada Tuhan bukanlah kasih dimulut saja, tetapi kasih dari hati yang terdalam. Dan lewat kasih itulah kita melayani Tuhan dan sesame. Haleluyah!

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47