03 September 2021
Penerbit : Dept. Pengajaran GKKD Bogor
Markus 14:1-9
A. PENGANTAR
Seberapa besar kita menghormati Dia dipengaruhi oleh seberapa tinggi penilaian kita akan Dia.
Kita akan bisa menghormati Tuhan dan terus menghormati Dia jika kita tetap memiliki kesadaran akan betapa bernilai dan berharganya Tuhan bagi kita. Apa yang Tuhan Yesus lakukan bagi hidup kita itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan dari siapapun. Hidup kita yang tadinya seperti tidak berharga, menjadi berharga. Kehidupan kita yang tadinya dalam kegelapan sehingga tidak tahu harus melangkah kemana, sekarang telah memiliki arah yang jelas. Kehidupan kita yang tadinya dalam genggaman dosa, terlepas dari genggaman dosa. Kehidupan yang tadinya hanya mengasihi diri sendiri sekarang jadi bisa mengasihi orang lain juga bahkan yang menyakiti kita. Banyak hal yang berubah sejak kehadiranNya dalam kehidupan kita. Semuanya itu menghadirkan rasa syukur yang tidak terhingga.
Sama halnya dengan apa yang dialami oleh Maria saudara Lazarus yang karena rasa syukurnya yang tak terhingga atas apa yang dia alami sejak mengenal Yesus, membuat dia rela untuk memecahkan buli-buli yang berisi minyak narwastu yang mahal. Ya minyak narwastu memang adalah minyak yang mahal sehingga orang-orang yang melihat apa yang dilakukan Maria merasa gusar karena menganggap apa yang dilakukan Maria adalah sebuah pemborosan. Kenapa pemborosan? Karena minyak narwastu ini harganya setara upah 300 hari kerja. Bukan 300 jam tapi 300 hari kerja. Bisa dibayangkan betapa mahalnya minyak itu, bahkan dikatakan bisa untuk memberi makan 5000 orang. Dan jika di Roma harganya bisa saja lebih mahal lagi mengingat status Roma sebagai ibu kota negara. Tapi kita lihat betapa Maria tidak sayang dengan minyak itu. Dia dengan tanpa ragu memecahkan buli-buli tempat minyak itu disimpan dan mengurapkannya kepada Yesus. Dia melakukan semua itu karena dia memiliki penilaian yang tinggi terhadap Yesus melebihi harta yang paling berharga yang mungkin dia miliki. Maria dan orang-orang yang merasa gusar memiliki penilaian yang berbeda terhadap Yesus. Sehingga mereka tidak mampu menangkap pesan dari apa yang Maria lakukan. Yesus melihat penghargaan kepada diriNya dari apa yang Maria lakukan sehingga Dia menetapkan apa yang telah dilakukan Maria akan menjadi bagian dalam pemberitaan Injil. Dimana Injil diberitakan, apa yang dilakukan Maria akan disebut juga untuk menjadi peringatan bagi kita bahwa kita juga harus memiliki penilaian terhadap Yesus sama seperti yang Maria miliki. Yesus menghargai apa yang Maria lakukan bukan karena harga dari minyaknya, melainkan karena penilaian Maria terhadap diriNya yang melebihi apapun bahkan yang paling berharga sekalipun.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari kita baca Markus 14:1-9.
Bagaimana cara Maria memberikan minyak itu kepada Yesus? Dengan mengoleskannya? Tidak, tapi dengan menuangkannya yang artinya Maria tidak menghemat-hemat dan tidak sayang dengan minyak itu.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Mari kita renungkan, bagaimana kah sekarang penilaian kita terhadap Tuhan? Masihkah kita menganggap Dia yang paling berharga dan paling bernilai? Mungkin didalam pikiran kita bisa saja kita masih memiliki penilaian yang tinggi terhadap Dia, tapi dalam kenyataannya dalam keseharian hidup kita apakah kita benar-benar menggangap Dia berharga? Apakah kita mau memberikan semua yang ada pada kita untuk Dia? Kita harus belajar dari Maria.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Saat diawal-awal pertobatan kita, mungkin tidak perlu lagi ditanya tentang penilaian kita terhadap Tuhan. Bahkan mungkin kita akan merasa tersinggung atau merasa direndahkan jika ditanyakan pertanyaan seperti ini karena kita begitu bersemangat dan bahkan siap mati untuk Tuhan. Tapi sekarang bagaimana? Masihkah sama? Jangankan mati mengorbankan nyawa untuk Dia, mati untuk keinginan daging saja seringkali kita enggan. Jangankan memberikan semua apa yang ada untuk Dia. Terlibat dalam pelayanan saja kita selalu menunda dan merasa tidak pernah siap. Mungkin banyak hal yang menghalangi kita untuk memiliki penilaian seperti Maria. Tapi hari ini kita diingatkan kembali untuk menghormati Dia dengan memiliki penilaian yang benar akan Dia. Jika masih ada yang mengingatkan kita berarti Dia masih sayang kepada kita dan ingin kita kembali dalam kasihNya. Mari kita terus belajar melepaskan segala penghalang, kenyamanan yang membuat kita kehilangan penilaian yang benar akan Dia.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Diskusikan dengan saudara seiman dan temukan penghalang-penghalang yang membuat anda kehilangan penilaian yang benar akan Dia.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

