21 September 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ibrani 13:13-15
A. PENGANTAR
Kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati telah meletakkan pondasi Kekristenan yang sejati. Setiap orang yang telah mempercayai kebenaran ini dan mengikutiNya, adalah orang-orang yang seyogyanya siap untuk memuliakan Tuhan di bumi, baik dalam keadaan senang maupun sulit. Secara khusus, keadaan-keadaan sulit yang mungkin sedang terjadi hari ini adalah bentuk didikan salib Kristus yang memampukan kita untuk menanggung kehinaanNya sambil mempersembkan korban syukur kepada Allah. Siapakah kita ketika dalam keadaan sulit, diajarkan untuk mengucap syukur dengan korban syukur.
Dunia dan keinginannya hanya mengajarkan untuk mampu mengucap syukur dalam keadaan senang. Tidak lebih dari itu. Ketidakberdayaan mengatasi keterpurukan ekonomi, kegagalan keluarga atau retaknya hubungan pertemanan dan banyak lainnya, diakibat oleh ketidakberdayaan manusia menerima kenyataan pahit. Penolakan terhadap kejadian demi kejadian dalam diri manusia semata-mata karena tidak mampu mengucap syukur dari hati terdalam. Sebab, persembahan korban syukur hanya bisa dilakukan oleh setiap orang yang mempercayai Yesus Kristus yang telah duduk di sebalah kanan Allah, sebagai bukti otentik jaminan kemenangan atas dosa.

Oleh karena itu, di tengah dunia yang krisis sebagai akibat pendemi covid 19, orang Kristen diajak untuk senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah dalam keadaan apapun , dengan ucapan bibir yang memuliakan Allah, karena ada energi rohani yang memampukan kita menghadapi kenyataan pahit dan melanjutkan perjalanan iman di bumi. Korban pengucapan syukur adalah perkenanan Allah untuk anak-anakNya.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Ibrani 13:13-15
- Oleh siapa kita senantiasa mempersembahkan korban syukur? Kepada siapa kita mempersembahka syukur kepada Allah? (ayat 15)
- Bagaimana tindakan mempersembahkan korban syukur? (ayat 15)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Apakah arti korban pengucapan syukur? Bagaimana melatih ucapan bibir yang memuliakan Allah tatkala kita sedang sakit , gagal atau sakit hati?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Rencanakan dan eksekusilah untuk membiasakan diri mengucap syukur dari bibir yang memuliakan Allah.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Katakanlah dengan bangga pengalaman kemenangan Anda atas keinginan untuk mengumpat atau menyalahi keadaan tatkala Anda mengalami kondisi yang sulit.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

