03 Oktober 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Lukas 10:38-42
A. PENGANTAR
Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, (Lukas 10:39)
Tersebutlah satu istilah FOMO (Fear Of Missing Out) dari Buku Generasi Z oleh David Stillman & Jonah Stillman. Arti FOMO adalah takut melewatkan sesuatu. Fenomena ini adalah hasil penelitian yang menggambarkan satu gaya hidup generasi muda yang dibentuk oleh dunia internet. Dengan bantuan teknologi informasi digital ini, sangat memudahkan anak-anak muda terkoneksi dengan sangat banyak informasi dari berbagai sumber dari berbagai belahan dunia. Pertemuan kesiapan pemuda dan kesempatan yang muncul telah menjadi satu kekuatan dan membentuk kebiasaan yang selalu terkoneksi dengan dunia maya. Takut kehilangan atau melewatkan satu dan banyak informasi terkini misalkan, jenis pakaian terkini, judul film korea terbaru atau jenis makanan ringan yang nikmat. Bahkan telah disurvei di Amerika Serikat, banyak generasi muda yang selalu memegang Handphone dalam setiap situasi, bahkan selama istirahat tidur. Ini tanda selalu ingin terkoneksi dengan dunia apapun yang terdapat dalam Handphone.
Bagaimana jika dibandingkan dengan kehidupan persekutuan kita dengan Tuhan. Perhatikanlah respon Maria tatkala Tuhan Yesus datang ke rumah Maria dan Marta. Maria duduk dengan kaki Tuhan Yesus dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Respon ini adalah satu teladan yang sangat baik tentang keinginan dekat dengan Tuhan, karena mengetahui siapa Tuhan Yesus di mata Maria. Bandingkan dengan Marta, tatkalaYesus tiba di rumah mereka, Marta sedang sibuk melakukan satu dan lain hal. Maria, ingin selalu dekat dan mendengarkan apa yang menjadi isi hati Tuhan. Maria tidak mau kehilangan pesan-pesan bernilai dan sangat berguna untuk pertumbuhan kerohaniannya. Kemiripan FOMO di dalam gaya hidup generasi Z, dapat menjadi refleksi buat gereja Tuhan, sedekat apakah kita dengan Tuhan? Apakah ada rasa kuatir dalam diri kita jika Tuhan tidak berbicara kepada kita setiap saat? Adakah takut ketinggalan pesan khusus Tuhan untuk diri kita? Jika kita mulai mengalami krisis hubungan dengan Tuhan yang ditandai dengan mulai berkurangnya doa dan persekutuan dengan Tuhan, maka saaat kritis ini dapat menjebak kita ke dalam kebiasaan seperti Marta. Kebiasaan sibuk melakukan satu dan lain hal, sementara kehadiran Yesus di hadapan Marta tidaklah menjadi fokusnya, maka telah terjadi ketidakbenaran dalam kehidupan Marta. Perhatikanlah ayat ini :

sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, (Lukas 10:40-41)
Semangat FOMO tapi tidak mencontoh jenis kegiatan, patut ditiru. Gereja seyogyanya takut kehilangan suara Tuhan, takut tidak mendapatkan firmanNya setiap hari. Dengan membangun kebiasaan FOMO Spiritual, akan membentuk motivasi dan kekuatan untuk terus memiliki pola pikir, pola rasa dan pola tindak yang benar. Marilah kita bangun FOMO Spiritual di dalam hidup kita agar kita tetap dalam rumah Tuhan seumur hidup kita dan selalu dapat menikmati baitNya.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Lukas 10:38-42
1.Apakah yang Maria dan Marta lakukan pada saat Yesus datang ke rumah mereka?
2.Apakah yang Yesus katakan tentang Maria? (Ayat 42).
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Apakah makna FOMO jika diterapkan dalam persekutuan Anda dengan Tuhan? Pelajarilah dari tindakan Maria ketika Tuhan Yesus datang ke rumahnya (Ayat 39)

B.3. MELAKUKAN (M3)
Untuk membangun kebiasaan selalu terkoneksi dengan Tuhan, tidak perlu terlalu membesarkan semua bentuk gangguan (distraksi) kerohanian dalam hidup Anda. Yang terpenting hiduplah selalu dengan taat pada semua prinsip Alkitab. Mulailah dari perkara yang sederhana.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Sampaikanlah kemenangan Anda atas keinginan diri untuk sibuk melayani tapi tanpa pengenalan akan Tuhan secara benar, kepada saudara seiman di sekitar Anda.

