03 Desember 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yesaya 42:1-25
A. PENGANTAR
Kitab Yesaya secara keseluruhan bicara tentang keselamatan yang dari Allah. Karena itu kita menemukan banyak nubutan tentang Yesus Kristus di kitab ini. Yesaya sendiri disebut sebagai “nabi injili”. Karena, dari semua kitab PL, nubuat-nubuatnya tentang Mesias berisi pernyataan yang paling lengkap dan jelas dari Injil Yesus Kristus. Nama Yesaya sendiri berarti “Tuhan menyelamatkan”, karenanya dia disebut juga nabi keselamatan.
Bacaan kita hari ini pasal 42:1-25 juga bicara tentang keselamatan yang dari Allah melalui hambaNya yang merupakan nubuatan dari kedatangan Yesus Kristus (lihat Matius 12: 15-21). Namun jika kita baca, mulanya Yesaya berbicara yang dimaksud dengan hamba Tuhan itu adalah suatu bangsa yaitu Israel (42:19-22). Tapi ketika Israel gagal menjadi hamba Allah yang benar, maka kemudian yang tampak dalam rencana Allah bukanlah suatu bangsa melainkan satu orang yang menjadi Hamba Yang Benar yaitu Yesus Kristus.
PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari kita baca Yesaya 42:1-25 dan temukan karakter atau ciri khas dari Hamba Yang Benar itu :
- Berkenan kepada Allah, dipenuhi Roh Allah, menyatakan hukum/membawa keadilan (ayat 1)
- sikapnya lemah lembut, tidak suka berbantah (ayat 2)
- Ia akan menguatkan orang yang patah semangat dan hampir putus asa. Ia tidak menindas yang lemah, atau menumpas harapan yang terkecil sekali pun. Ia akan menyatakan hukum dengan adil dan benar. (ayat 3)
- Dia tidak akan patah semangat sampai kebenaran dan keadilan ditegakkan (ayat 4)
Kemudian temukan juga apa maksud dari kedatangan Hamba Yang Benar itu : - dipanggil untuk menyatakan kebenaran, untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa (ayat 7)
- Mencelikkan mata orang-orang yang buta, dan membebaskan orang-orang yang terkurung dalam penjara kegelapan dan keputusasaan (ayat 8)

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Yesaya 42:10 mengatakan agar kita menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan. Nyanyian baru yang seperti apa? Yaitu nyanyian seorang hamba Tuhan. Nyanyian yang menyatakan tentang keselamatan yang dari Allah, ada pengharapan tentang keselamatan. Ada pengharapan untuk orang-orang yang patah semangat dan hampir putus asa, orang yang lemah, orang yang buta dan orang-orang yang terkurung dalam kegelapan dan keputusasaan. Nyanyian yang dimaksud disini bukan hanya nyanyian dalam arti seperti orang yang menyanyikan sebuah lagu. Tapi nyanyian disini berbicara tentang kehidupan.
Yesaya pasal 42 ini berbicara tentang nubuat kedatangan Yesus Kristus. Dan karena kita percaya kepada Yesus Kristus, maka pasal ini juga bisa kita terapkan untuk diri kita karena setiap kita yang percaya kepadaNya harus hidup seperti Dia hidup, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yoh 22:6). Mari kita renungkan, apakah kira-kira Allah berkenan kepada kita dan hidup kita dipenuhi Roh Allah (ayat 1)? tentu darah Yesus sudah menyucikan kita dan menebus kita sehingga memungkinkan kita untuk bertemu dengan Bapa. Tapi pertanyaannya adalah apakah setelah kita menerima karya penebusan itu, hidup kita selaras dengan Kristus? Sama seperti Kristus hidup? Tentu saja kita belum sempurna, tapi apakah kita terus berusaha dengan membulatkan tekad?
Apakah sikap kita sudah seperti sikap Hamba Yang Benar itu (ayat 2-4)?. Jadi seharusnya melalui hidup kita, orang lain melihat pengharapan akan keselamatan itu. Seharusnya orang lain melihat ada karakter Hamba Yang Benar itu dalam diri kita (ayat 1-4).

B.3. MELAKUKAN (M3)
Mari kita terus belajar untuk memiliki karakter dari Hamba Yang Benar itu. Hanya dengan demikianlah hidup kita menjadi sebuah nyanyian yang baru, yaitu nyanyian seorang hamba Tuhan yang benar dimana ketika orang lain melihat hidup kita mereka melihat ada pengharapan. Pengharapan akan keselamatan. Keselamatan bukan hanya bicara tentang terhindar dari neraka dan masuk surga, tetapi bicara tentang kehidupan yang berkenan kepada Tuhan. Mereka melihat ternyata ada Tuhan yang benar yang sanggup mengubahkan hidup seseorang. Mereka menemukan Tuhan lewat hidup kita. Mata mereka dicelikkan, mereka seperti orang buta yang dituntun menemukan sebuah jalan, mereka seperti orang yang terkurung dalam penjara kemudian dibebaskan, dan mereka seperti orang yang ada dalam gelap lalu menemukan terang. Ini harus menjadi tujuan hidup kita. Terus menjadi terang bagi banyak orang. Dan ketika seseorang menemukan Tuhan, maka mereka pun akan bersorak-sorai dan memuji-muji Tuhan (ayat 10-12).
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saling berbagi kesaksianlah dan saling menguatkan dengan rekan komsel/PA, tentang kehidupan seorang hamba Tuhan yang benar.

