SABTU – NYANYIAN PENGAKUAN

04 Desember 2021

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Wahyu 5:1-14

A. PENGANTAR

Nyanyian baru berikutnya yang Allah ingin kita nyanyikan/gemakan/ekspresikan dalam kehidupan kita adalah nyanyian pengakuan. Yaitu nyanyian yang lahir dari pengakuan akan pengorbanan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah sehingga semua manusia dimungkinkan untuk menerima pengampunan dan di damaikan dengan Allah Bapa. Nyanyian yang lahir dari pengakuan akan kekuasaan Anak Domba Allah itu atas surga dan bumi dan segala isinya.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Mari kita baca Wahyu 5:1-14
Apa yang membuat Yohanes begitu sedih dan menangis? (ayat 2-4)
Siapakah yang akhirnya bisa membuka gulungan kitab itu? (ayat 5-7)
Apa yang dilakukan kedua puluh empat tua itu dihadapan Anak Domba itu? (ayat 8-10)
Apa juga yang dilakukan oleh malaikat yang begitu banyak yang dilihat oleh Yohanes dan juga semua makhluk disurga dan dibumi, dibawah bumi dan didalam laut? (ayat 11-13)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Kebenaran yang kita baca hari ini, seharusnya itu *menggetarkan” hati kita. Kenapa?
Pertama, bayangkan jika tidak ada seorangpun yang layak atau bisa membuka materai dari gulungan kitab itu? maka hal itu bukan hanya akan menjadi tangisan kesedihan Yohanes, tetapi juga tangisan kesedihan semua makhluk baik disurga, dibumi (termasuk kita sendiri) , dibawah bumi, dan didalam laut. Kedua, Tuhan Yesus layak membuka materai itu bukan karena dia adalah Tuhan tetapi karena Dia rela dikurbankan demi menebus dosa manusia. Itulah kenapa Dia digambarkan dalam sosok Anak Domba, bukan Putera Allah. Betapa pilu dan hancurnya hati Bapa saat Ia menyerahkan Putera-Nya untuk dibunuh, Putera yang adalah cahaya kemuliaan-Nya dan citra langsung dari Pribadi-Nya. Ketiga, karena pengurbanan Anak Domba Allah itu, dunia yang sebelumnya jatuh dalam kekuasaan Iblis (setelah Adam jatuh dalam dosa) telah berhasil direbut kembali oleh Yesus agar manusia bisa dikembalikan kepada rancangan Allah yang semula dan menjadi warga kerajaan Allah. Keempat, semua itu sudah terjadi saat Yesus hadir kedunia dan menderita serta disalibkan untuk kita. Yang artinya harapan kita bukan lagi harapan palsu atau harap-harap cemas, karena semuanya sudah terjadi dan terbukti.
Renungkan lagi, apakah fakta-fakta ini menggetarkan hati kita? ataukah biasa-biasa saja?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Terhadap fakta-fakta Alkitab yang sudah kita baca diatas apa yang harus kita lakukan? Apa implikasinya untuk hidup kita? tidak lain adalah seperti yang dilakukan oleh keempat Makhluk Hidup didalam ayat 14, yaitu berkata ”Amin” dan melakukan apa yang dilakukan oleh ke dua puluh empat penatua yaitu tersungkur dan menyembah Dia. Amin artinya Percaya, Setia, dan Yakin. Jadi kita bukan hanya mengakui kekuasaan Yesus sebagai Tuhan tetapi juga percaya, harus setia dan yakin. Tersungkur dan menyembah Dia, artinya hidup kita harus lah kehidupan yang penuh hormat sepanjang waktu akan kekuasaan Yesus sebagai Tuhan dan menyerahkan hidup kita sebagai hambaNya. Penuh hormat berarti kita berusaha dalam segala sesuatu kita menjaga perasaanNya. Tidak menyakiti hatiNya. Menyembah Dia berarti mengakui hanya Dia yang layak disembah, mempercayakan hidup kita kepadaNya dan kita siap menjadi hambaNya. Amin

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Teruslah untuk bersaksi kepada banyak orang dengan menampilkan hidup yang penuh hormat kepada Tuhan Yesus.