SELASA – KENAPA MEMULAI KEHIDUPAN DARI KRISTUS YESUS ?

04 Januari 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kejadian 1:1; Wahyu 22:20

A. PENGANTAR

Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu. (Yesaya 25:1).

Ayat diatas menunjukkan makna akan Kemahakuasaan Allah dalam rangka mewujudkan rancanganNya yang sudah ada sejak dahulu. Dialah Allah yang tidak terbatas dan tidak terukur waktu kerjanya. Dalam konteks penciptaan , pada mulanya adalah Allah. Kata “pada mulanya” berasal dari akar kata Ibrani : roshe, yang artinya “head” atau kepala (disebutkan sebanyak 349 kali dalam Alkitab PL). Ini bermakna bahwa kehidupan di bumi dimulai dari Allah sebagai Kepala atau pemimpin yang memiliki rancangan mulia dan suci. Bukan hanya di awal kehidupan ada peranan Allah, di akhir kehidupan manusia di bumi juga terlihat jelas ada karya Allah dalam waktu yang tidak tertentu tetapi pasti akan terjadi.

Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus! (Wahyu 22:20)

Kata “Aku datang segera!” adalah ukuran waktu yang berarti “Quickly” yang artinya cepat. Namun dalam hitungan waktu manusia tidaklah seorangpun yang tahu secara pasti. Dengan kata lain konteks waktu ini adalah waktu Tuhan atau Kairos. Arti Kairos adalah tidak berwaktu (Timeless) atau tidak dapat diukurkan dengan waktu logis manusia (Khronos, misal 1 hari = 24 jam).

Apakah artinya ini semua? Ketika kita ingin memulai satu kehidupan pola Allah, maka, seyogyanya kita berpikir bahwa Allah sebagai perintis kehidupan dan sekaligus pembuka jalan bagi manusia dengan rancanganNya yang mulia dan suci untuk kehidupan manusia, agar semua pola kehidupan manusia yakni pola berpikir, perasaan, kehendak, pola tindak dan sistem kebiasaan diri (Habits system), digerakkan oleh Allah sebagai perancang kehidupan. Sebagai contoh, kehidupan keluarga dirintis oleh Allah, adalah rancangan Allah yang terjadi dalam waktuNya dan di Taman Eden. Demikian juga keturunan, anak dan semua kerabat dalam bagian pemikiran Allah (Bangsa Israel sebagai keluarga yang menjadi Bangsa pewaris janji Allah di bumi). Bahkan sampai pada akhir kehidupan manusia adalah dalam kendali Tuhan. Jikalau ada orang yang berpikir untuk mengakhiri hidupnya, tentu itu adalah sesuatu yang mendahului kehendak Allah. Tanpa seizin Tuhan tidak akan terjadi apapun di dalam kehidupan anak-anak Tuhan. Memulai kehidupan tanpa firmanNya adalah sama dengan kematian rohani, sekalipun daya jasmani dapat menolong manusia untuk meraih target kehidupannya. Manusia dapat meraih keuntungan dalam bisnis, prestasi dalam studi atau karir atau juga menjadi bahagia dalam keluarga. Namun sekali lagi, jikalau tidak ada kehidupan Kristus sebagai kodrat ilahi (takdir anak Tuhan karena mengandalkan janji-janji Tuhan (Divine nature – 2 Pet 1:4), maka itulah kehidupan yang semu.
Mari mulailah dengan yakin kehidupan Anda karena Anda adalah penikmat rancanganNya pada masa kini dan masa depan.

B. PEMBELAJARAN
B.1. Menemukan

Bacalah : Kejadian 1:1; Wahyu 22:20

  1. Pada mulanya adalah….. (Kejadian 1:1)
  2. Apakah yang disebutkan adalam Wahyu 22:20?

B.2. Merenungkan

Pada mulanya = kepala , adalah Allah (Kejadian 1:2). Bagaimana Anda memahaminya dan mengkaitkannya dengan semua perencanaan Anda di tahun 2022?

B.3. Melakukan

Alkitab mengajarkan bahwa marilah kita melakukan dengan mata yang tertuju pada
Yesus (Ibrani 12:2). Mari belajarlah meletakkan firmanNya sebagai landasan semua
tindakan kita karena seyogyanya demikian kehidupan anak-anakNya (2 Pet 1:4).

B.4. Membagikan

Cobalah untuk meminta anak Tuhan mendoakan semua perencanaan Anda. Jika perlu mintalah dia sebagai pengingat bagi Anda.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47