03 Januari 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yesaya 43:1,16-21
A. PENGANTAR
Dari manakah kehidupan dimulai? Semua yang hidup dan menjadi kehidupan dimulai oleh Allah melalui perkataan yakni Firman Allah. Pada mulanya adalah firman, yang adalah identitas akan keberadaan Allah secara nyata yang terlihat dari penciptaan (Kejadian 1). Semua yang dimulai dengan firmanNya akan membentuk pola berpikir dan pola bertindak di di dalam kehidupan manusia. Terlepas percaya atau tidak, Allah telah membentuk sistem kehidupan dari FirmanNya dan akan berakhir semua kehidupan di bumi oleh firmanNya yang pada akhirnya akan terbangun kehidupan Eden kedua pasca kejatuhan manusia ke dalam dosa (Wahyu 21).
Persoalan terbesar untuk memulai sesuatu yang hakiki tentang kehidupan adalah cara pandang tentang waktu yang tersedia. Keberartian waktu bagi manusia akan sangat bervariasi karena apa yang dipikirkan manusia tentang arti dan peranan waktu berbeda dengan apa yang Tuhan tentukan. Bangsa Israel terlalu lama hidup dalam ketidakpercayaan kepada Allah yang Hidup dan Berkarya. Terlalu bebal hati dan piciknya pikiran mereka, menyebabkan terjadinya perampasan kesucian makna waktu bagi mereka. Namun demikian kesabaran Allah yang ditunjukkan dengan didikanNya tanpa batas melalui perjalanan panjang dari Mesir menuju Kanaan, telah mengajarkan hakekat waktu dan tujuannya bagi manusia (Yesaya 43:1,12, 19). Pengalaman panjang yang digerakkan oleh hawa nafsu, telah menyesatkan sangat banyak bangsa Keturunan Yakub dan sangat lama waktu yang terbuang percuma. Cara pandang yang keliru tentang arti waktu dan kehidupan, yang hanya berorientasi pada kepentingan pribadi menyebabkan bangsa Israel sesungguhnya tidak memulai sesuatu yang baru. Mereka berjalan di tempat dan berputar-putar dengan egoisme dan mimpi-mimpi tidak teruji. Karena sesungguhnya sesuatu yang baru tentang arti dan tujuan kehidupan ada di dalam Kristus Yesus (Yesaya 43:3,12,19),

Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. (Yes 43:19)
Mari kita berpikir secara tepat, lewat kesempatan di tahun 2022, Kristus Sang Penebus menjadi dasar semua pemikiran dan perencanaan hidup kita. Tidak patut mengandalkan masa lalu, masa kini dengan semua pemikiran, harta benda atau keahlian untuk menjadi alasan semua resolusi Anda, jikalau tidak ada FirmanNya di dalam semua hal tersebut. Sebagai anak-anak Allah, sudah seyogyanya, kita memulai sesuatu babak baru sebagai kelanjutan babak kehidupan sebelumnya, atau benar-benar menjadi babak awal sesungguhnya bagi Anda, dengan doa dan buah firmanNya yakni Iman yang kokoh dan menggerakkan hari-hari baru ke dalam rencanaNya di dalam tahun 2022. Sukses itu dimulai hari ini dengan firmanNya yang kita terima hari ini dari Tuhan (Matius 4:4).
B. PEMBELAJARAN
B.1. Menemukan
Bacalah : Yesaya 43:1,16-21
1. Apakah yang dikatakan Tuhan kepada Yakub? (ayat 1)
2. Apakah yang Allah katakan kepada bangsa Israel ?(ayat 19)
B.2. Merenungkan
Pahamilah Yes 43:19. Apakah arti sesuatu yang baru bagi Anda? Apakah dasar pemahaman sesuatu yang baru di dalam kehidupan Anda?

B.3. Melakukan
Awal tahun 2022, pasti terjadi karena itulah hukum waktu. Namun yang terpenting bagaimana Anda memaknai tanggal 1 Januari 2022? Mulailah dengan firmanNya untuk meletakkan dasar dan merangkai untaian program kehidupan Anda di tahun 2022.
B.4. Membagikan
Jika Anda kesulitan merencanakan cita-cita Anda, ajaklah seorang anak Tuhan membantu Anda. Sampaikanlah dan doakan bersama agar kehendak Allah yang tertulis di dalam perencanaan hidup Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

