05 Desember 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ratapan 3:21-26
A. Pengantar
Kitab Ratapan menceritakan tentang Sebuah kitab dalam Perjanjian Lama, ditulis oleh Yeremia. Itu adalah kumpulan sajak atau nyanyian kesedihan karena kejatuhan Yerusalem dan bangsa Israel. Kitab itu ditulis setelah kejatuhan kota tersebut kira-kira tahun 586 SM.
(Sumber : Church of Jesus Christ.org). Dalam Pasal 3:1-20, adalah gambaran penderitaan yang mengandung pengharapan untuk satu pemulihan dan kedamaian kehidupan yang selalu dinantikan dari waktu ke waktu. Suka dan duka silih berganti, melewati satu musim ke musim kehidupan lainnya. Bangsa Israel yang disebut sebagai bangsa kesayangan Tuhan, mengalami degradasi moral menuju penurunan kualitas kehidupan rohani yang sangat dalam. Namun karena takdir sebagai bangsa pilihan Allah sudah termaterai sangat resmi oleh Allah, maka harapan akan pertobatan dan mengalami musim kehidupan Ilahi selalu ada.
Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
“TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. (Ratapan 3:21-24).
Kata pagi diterjemahkan dari kata Ibrani yakni רקב boqer, yang artinya “break of day” atau “morning” yang artinya pagi, atau fajar. Disebut juga akhir dari malam atau hari yang baru. Yeremia melukiskan sebagai puisi rohani bahwa “tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi..”. Secara hukum rohani, bahwa Allah adalah sumber berkat dalam setiap saat. Kasih setia dan rahmatNya tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi yang dipagari oleh waktu manusia.

Dia adalah Allah segala jaman , dimana sifatNya adalah kasih dan setia bahkan memberikan rahmatNya tanpa batas. Lewat berbagai macam jenis penderitaan yang mungkin pernah kita alami dari waktu-waktu sebelumnya, sifat dasar manusia yang ingin mengalami pembebasan dari penderitaan, sakit hati, kecewa, kemiskinan atau sakit penyakit, mendorongnya untuk selalu berharap ada hari atau masa kehidupan yang lebih baik. Apalagi kita sebagai anak-anakNya yang berhak mendapatkan kasih setiaNya yang baru yakni pertolongan untuk meraih kemenangan setiap hari atau setiap tiba pagi hari, akan menjadi dasar pengharapan yang sangat pasti. Kepastian ini akan terbentuk jikalau kita mempercayai Dia sebagai Allah Israel yang setia, dan kita sebagai Israel rohani yakni keturunan Abraham. Kepercayaan yang teguh akan membentuk iman dalam hati. Iman adalah dasar untuk berharap kepada kasih setia Tuhan dari musim ke musim.
Tetaplah percaya bahwa kasih setia Tuhan selalu baru tiap pagi. Karena dengan begitulah orang Kristen patut berharap dengan harapan sesuatu yang baru akan dan sedang terjadi. Lihatlah dengan mata iman dan jangan lewatkan tiap fajar tanpa kasih setia Tuhan dan rahmatNya yang tercurah dengan nyata dan progresif.
B. PEMBELAJARAN
B.1. Menemukan
Bacalah : Ratapan 3:21-26
1. Tak ….. kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, (Ayat 22)
2. ….. besar kesetiaan-Mu! (ayat 23)

B.2. Merenungkan
Apakah yang Anda pikirkan tentang pengalaman Anda selama tahun 2021? Adakah Anda merasakan kasih setia Tuhan selalu memberikan gairah dan antusias selama tahun 2021? Apakah manfaatnya Ratapan 3:23 bagi Anda?
B.3. Melakukan
Membuka catatan resolusi Anda di tahun 2022 adalah tantangan untuk Anda sungguh-sungguh melibatkan Allah Israel dan Allah kita, setiap tiba pagi hari. Lakukanlah sekarang.
B.4. Membagikan
Bolehkah Anda berbagi cita-cita Anda dalam tahun 2022 kepada orang terdekat Anda? Ikrarkan komitmen Anda untuk selalu melibatkan kasih setia Tuhan setiap bangun di pagi hari. Sesuatu yang baru selalu hadir untuk Anda!
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

