13 Januari 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
2 Korintus 13:1-13
PENGANTAR
Rasul Paulus memberikan nasihat kepada segenap jemaat di Korintus agar mereka senantiasa sehati dan sepikir. “Apakah yang dimaksudkan sehati sepikir?” “Bagaimana kita bisa sehati sepikir jika kita memiliki latar belakang hidup yang berbeda dan cara hidup yang berbeda pula?”
MENEMUKAN (M1)
Renungan pagi ini khususnya di ayat *2 Korintus 13:11), “akhirnya saudara-saudaraku,…………………….. usahakanlah dirimu supaya sempurna, terimalah segala nasihatku!………………………..! …………………..! kamu dan hiduplah dalam damai sejahtera.

MERENUNGKAN (M2)
Sehati sepikir yang dimaksudkan oleh rasul Paulus ini adalah berbicara mengenai kesatuan hati (roh) dan kesatuan tujuan dalam mengerjakan perkara-perkara rohani. Jika jemaat Tuhan benar-benar hidup dalam kesatuan ini maka kita dapat berjalan beriringan dalam melayani Tuhan dan pekerjaan-Nya.
“Bagaimana jemaat Tuhan dapat hidup dalam damai sejahtera, bila mereka tidak sehati sepikir, alias masing-masing mementingkan ego atau diri sendiri? Berjalan sendiri-sendiri, saling menyalahkan, saling bergosip satu sama lain… Hal itu sangat bertentangan dengan firman Tuhan, sebab di dalam Kristus “…ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” (Filipi 2:1-4).
MELAKUKAN (M3)
Lewat renungan hari ini, Sebagai anggota tubuh Kristus dan satu keluarga Kerajaan Allah, hendaknya kita saling mendoakan, saling menasihati, saling mendorong, saling menopang, saling membangkitkan dan saling mendahului dalam menyatakan kasih. Jikalau kita melakukan apa yang firman Tuhan ajarkan ini maka kita akan hidup dalam damai sejahtera dan mengalami berkat Tuhan. Jemaat yang sehati sepikir adalah tanda adanya kerukunan.

Belajar untuk hidup damai sejahtera salah satunya adalah menghindari bergosip. Tuhan tidak pernah mengajar kita membicarakan satu dengan yang lain, melainkan “…saling mendoakan…” (Yakobus 5:16a). Kita tidak bisa mengharapkan hidup dalam damai jika kita menghabiskan waktu membicarakan orang lain secara negatif. Tuhan tidak suka sikap jahat ini. Kita tidak bisa maju ketika kita terus membicarakan dosa dan kegagalan masa lalu kita maupun orang lain. Yang lalu biarlah berlalu. Jangan terus mengingatnya. Mari lupakan, terus maju dengan Roh Kudus, maka akan ada damai di antara kita.
MEMBAGIKAN (M4)
Sampaikan melalui pesan whatshap kepada Saudara-saudara mu, “Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!” Dan ajarkan orang itu untuk share kembali ke banyak orang, demikianlah maka kehidupan damai sejahtera memenuhi kehidupan kita semua, haleluya
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47v

