22 Februari 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
1 Korintus 12:22-27
A. PENGANTAR
Setiap orang yang percaya kepada Yesus adalah anggota dari tubuhNya. Sama seperti tubuh fisik kita, seperti itu juga masing-masing setiap kita sebagai anggota tubuh Kristus dimana tidak ada anggota tubuh yang tidak berguna dan tidak ada tujuannya. Setiap anggota tubuh diciptakan dengan maksud dan kegunaannya masing-masing.
Ingat 2 hal ini : Pertama; siapapun kita hari ini, apapun jabatan kita dalam gereja atau pelayanan, kita adalah bagian atau anggota dari tubuh Kristus. Jika hari ini kita merasa bahwa sepertinya kita tidak bisa memberikan kontribusi apa-apa untuk gereja atau pelayanan, maka berarti kita belum sepenuhnya memahami bahwa Allah pasti mempunyai maksud menempatkan kita sebagai anggota tubuhNya. Tidak ada anggota tubuhNya yang diciptakan hanya sebagai “hiasan” saja. Artinya, setiap anggota tubuh pasti diberikan sebuah potensi oleh Allah.
Kedua; Setiap anggota tubuh adalah khusus dan penting. Potensi yang Allah berikan kepada masing-masing anggota tubuh adalah khas, dimana hanya anggota tersebut yang bisa memenuhi dan memaksimalkannya seperti yang Allah maksud. Benarkah demikian?ya, sebagai contoh jika kita bicara karunia jawatan, katakanlah ada 2 orang yang memiliki 2 karunia jawatan yang sama yaitu gembala maka ada saja sentuhan dari masing-masing orang itu yang membuatnya berbeda. Atau jika kita bicara tentang 2 orang yang memiliki skill yang sama dalam mengelola keuangan, maka tetap akan terlihat sentuhan dari kepribadian masing-masing orang tersebut dalam cara mereka mengelola keuangan. Kita sering mendengar perkataan ini “bahkan orang yang kembar identik pun tidak akan sama persis”. Perkataan itu benar, karena memang Tuhan menciptakan DNA masing-masing orang itu sama sekali berbeda satu sama lain. Kemudian potensi yang Allah berikan bukan hanya khas/khusus tetapi juga penting. Sekecil apapun kelihatannya dimata manusia, tapi itu dibuat oleh Allah untuk sebuah maksud. Lalu jika Allah yang membuatnya, layak kah kita memandang bahkan mengatakan itu tidak penting? Seorang penyambut jemaat (usher) yang datang beribadah, kelihatan seperti hal yang sepele.

Tapi lewat senyuman, perkataan yang hangat, sambutan yang ramah dari mereka lah orang melihat wajah gereja atau kumpulan orang-orang Kristen seperti apa. Jika sambutan yang diterima sebuah sambutan yang dingin, tidak ada senyuman, tanpa keramahan, bagaiman orang mau tertarik untuk masuk kedalam gereja? Apalagi untuk beribadah?. Seorang yang mengatur kursi gereja, membersihkan ruangan, menata panggung untuk beribadah, terlihat sebuah pekerjaan kasar dan bukan sebuah pelayanan yang “top”. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa tanpa mereka kita tidak akan bisa menikmati ibadah yang khidmat, nyaman, dan lancar?Semua anggota tubuh adalah khusus dan penting.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari kita baca 1 Korintus 12:22-27
Beberapa poin yang bisa kita dapatkan dari bacaan kita hari ini :
Masing-masing kita adalah anggota/bagian dari tubuh Kristus
Bahkan anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan
Anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, justru mendapatkan perhatian dan penghormatan khusus
Perhatian khusus seringkali justru tidak dibutuhkan oleh anggota tubuh kita yang menurut kita elok.
Allah lah yang telah /menyatukan sedemikian rupa anggota tubuhNya, sehingga anggota-anggota yang dianggap lemah dan kurang terhormat diberikan perhatian dan penghargaan khusus
Semua perbedaan antara masing-masing anggota tubuh Allah ciptakan justru agar tidak terjadi perpecahan didalam tubuh dengan cara setiap anggota tubuh saling memperhatikan dan saling peduli satu sama lain.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Mari renungkan 2 poin yang telah disebutkan diatas bahwa setiap kita adalah anggota tubuh Kristus yang ditempatkan Allah dengan maksud dan tujuan Nya. Dan bahwa setiap anggota tubuh Kristus adalah khusus dan penting. Biarkan 2 poin tersebut merubah cara pandang kita pertama-tama terhadap diri kita sendiri dan lalu merubah cara pandang kita terhadap orang lain.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Pertama, mari kita tidak lagi menganggap anggota tubuh yang satu lebih penting daripada yang lain. Jenis pelayanan yang satu lebih tinggi statusnya dari yang lain. Karunia rohani atau karunia jawatan yang satu lebih berharga daripada karunia yang lain. Kedua, mari kita memberikan perhatian khusus kepada anggota anggota tubuh Kristus yang sepertinya dianggap lemah dan tidak terhormat. Biarlah kita saling peduli dan saling memperhatikan satu sama lain.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Diskusikan dengan rekan/anggota komsel, aksi nyata atau langkah praktis apa yang bisa dilakukan terkait dengan renungan hari ini.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

