08 Maret 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
1 Timotius 3:14-16
A. PENGANTAR
Istilah “keluarga Allah’’ sering dipakai Paulus dalam surat-suratnya untuk menunjukkan bahwa setiap orang percaya ialah anggota keluarga Allah melalui iman kepada Kristus. Paulus sering memakai kata “saudara-saudara” ketika menyebut jemaat. Paulus mengajarkan bagaimana orang percaya bersikap kepada “keluarga” dalam iman (1Tim.5:1-2). Juga dalam pengajarannya, Paulus menyatakan Allah sebagai Bapa dan mereka yang telah ditebus Kristus sebagai anak-anak Allah (Gal.4:1-7)
B. PEMBELAJARAN
B.1 MENEMUKAN
Dalam 1 Timotius 3:15 ini Paulus ingin menunjukkan bagaimana para anggota jemaat harus hidup sebagai keluarga Allah. Jemaat sebagai keluarga Allah adalah tiang penopang dan dasar kebenaran. Ini bukan berarti bahwa ukuran kebenaran terletak pada jemaat ya, karena tolok ukur kebenaran itu adalah Allah sendiri. Lalu apa maksud dari perkataan Paulus ini? Paulus hendak mengingatkan, bahwa tugas jemaat/gereja adalah untuk _menyatakan kebenaran _melalui kehidupan dan pelayanan tiap anggotanya. Jemaat harus memegang teguh kebenaran Injil Kristus dan menjunjung tinggi kebenaran agar dunia melihat terang Injil itu.

B.2 MERENUNGKAN (M1)
Mari kita melihat kehidupan gereja-gereja saat ini. Apakah mereka sudah sungguh-sungguh menjunjung tinggi kebenaran yang berdasarkan firman Tuhan? Atau, gereja menjunjung kebenaran berdasarkan pemikiran orang-orang tertentu? Apakah gereja Tuhan bergerak sesuai dengan apa yang Tuhan mau? Ataukah gereja berlomba-lomba membangun gereja yang besar untuk “nama dan kepuasan” segelintir orang? Ataukah di antara jemaat masih banyak terjadi pertengkaran, persaingan, iri hati, sakit hati, egosentris, ketidakpedulian, ketidakadilan, dsb yang dapat mengakibatkan perpecahan?
Ya kita harus jujur, banyak gereja belum ideal seperti yang Tuhan mau. Untuk itulah renungan pagi ini menasehatkan kita untuk hidup sebagai keluarga Allah. Dimana kita adalah jemaat yang berasal atau dilahirkan (lahir baru) dari Roh Allah. Dan kita jemaat yang harus menjadi tiang penopong, yang artinya melakukan dan menegakkan kebenaran serta mau hidup dengan mendasarkan diri kita kepada kebenaran yang adalah Kristus sendiri.

B.3 MELAKUKAN (M3)
Jika jemaat benar-benar hidup sebagai keluarga Allah, maka akan tercipta suatu kehidupan bergereja yang indah harmonis, yang saling mengasihi dan saling menolong, yang melakukan kebenaran firman Tuhan, sehingga jemaat dapat menjadi saksi Kristus bagi dunia. Marilah kita wujudkan kehidupan bergereja sebagai keluarga Allah!.
B.4 MEMBAGIKAN (M4)
Kebenaran pagi ini tidak dapat di jalankan secara sendiri-sendiri, kita butuh saudara-saudara seiman yang lain. Sampaikan kepada banyak Saudara-saudaramu dalam Tuhan, bahwa kita berasal dari Bapa yang sama, untuk itu hiduplah sebagai keluargaNya. Amin Saudara!!
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

