09 Maret 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Roma 5:12
A. PENGANTAR
Jika Anda terisolir di sebuah pulau terpencil di tengah laut, mungkin kesalahan pribadi Anda tidak akan berdampak pada orang lain. Akan tetapi ketika Anda hidup di tengah komunitas yang berinteraksi, baik sebagai keluarga dan jemaat. Maka kesalahan Anda akan mempengaruhi ke banyak orang lain. Demikian juga dosa dan pelanggaran, banyak orang menganggap dosa adalah sesuatu yang pribadi (personal) yang berdampak secara pribadi?, “Apakah itu benar???”
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN
Dosa selalu membawa dampak (maut – Roma 6:23, kehilangan kemuliaan Allah Roma 3:23). Dan kita semua tahu bahwa segala sesuatu berasal dari benih yang bertumbuh menurut jenisnya (Kejadian 1:11,21,25). Dalam kata lain, Anda tidak mungkin menanam padi dan berharap memanen jagung. Anda tidak dapat “menabur” dosa – “sekalipun dengan sembunyi-sembunyi loh” – dan berharap supaya tidak “menuai” konsekuensinya. Konsekuensi dosa tidak hanya berdampak pada kita secara pribadi, tetapi seringkali mempengaruhi orang yang berhubungan dengan kita (keluarga, jemaat) karena prinsip menyatu atau “asosiasi.” Ini berarti orang lain dapat diberkati atau disakiti karena telah berasosiasi dengan Anda melalui pilihan dan tindakan yang Anda ambil. Anda bisa jadi pembawa berkat dan tetapi bisa juga menjadi pembawa masalah.

B.2. MERENUNGKAN (M1)
Ketika sebuah mobil mogok karena habis bensin disebuah jalan tol, mungkin si pemilik mobil mogok itu merasa ini hanya kesalahan dia pribadi yang tidak mengecek tangki bensinnya, kemudian ia merasa dirinya sendirilah yang harus menanggung resiko kesalahan itu, dimana ia harus mendorong mobil. Tetapi yang sebenarnya terjadi tidak hanya sesederhana itu!!. Ada konsekuensi panjangan yang telah ia buat, dimana sepanjang jalan tol menjadi macet dan banyak orang kemudian tidak sampai pada tujuannya dengan tepat waktu, bahkan tidak sedikit yang marah-marah dan keluar dari jalan. Saudaraku ketika engkau gagal karena dosa/pelanggaran, itu dapat menyebabkan banyak orang lain ikut gagal, bahkan mereka keluar dari rencana Allah.
Hanya gara-gara kesalahan satu orang, yang kemudian menyebabkan masalah beruntun bahkan membuat orang lain pun melakukan kesalahan lagi. Demikian juga dosa!, seperti Adam dan Hawa pada Kejadian 3:1-6. Awalnya, hanya Hawa yang berbuat dosa dengan memakan buah pengetahuan. Namun, akhirnya Adam pun ikut mengambil peran dalam dosa ini. Jadi, itulah sifat dosa: dosa itu menular. Renungkan ayat ini, “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa¬. Roma 5:12 Bahkan dosa itu berdampak kepada orang yang disekitarnya (keluarganya), contoh ketika salah satu pasangan suami istri selingkuh itu otomatis akan berdampak bagi pasangannya. Bener tidak?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Sebagai keluarga Allah, sadari bahwa ketika Anda gagal/melakukan kesalahan, dampaknya bukan hanya berhenti padamu tetapi bagi banyak saudaramu. Yuk mari kita semua saling berjaga dan menguatkan satu sama lain, supaya jangan ada yang “jatuh tergeletak”
Saling mendoakan satu sama lain, supaya kita tetap menjadi jemaat yang kuat.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Sampaikan kebenaran hari ini kepada siapapun khususnya Saudaramu seiman, agar mereka hidup saling menjaga, menasehatkan, mengingatkan dan menopang satu sama lainnya.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

