16 Maret 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
2 Korintus 3:5
A. PENGANTAR
Anugerah Tuhan juga menjadi kemampuan orang Kristen untuk melayani Dia Sebagai Raja. Bagaimana kita seharusnya melayani Tuhan?
Perhatikanlah kisah berikut :
Alkisah ada seorang penjual roti yang sangat rajin bekerja untuk menjual roti yang dibuatnya. Setiap pagi dini hari Sang Penjual roti sudah mempersiapkan roti yang telah dimasak sejak malam hari. Dia berusaha menawarkan setiap roti dengan kualitas terbaik. Dengan memasak pada malam hari menata semua roti di pagi dini hari, dia yakin para pembeli akan mendapatkan roti yang masih enak dan segar (Fresh from the oven Bakery). Pekerjaan ini dilakukannya setiap hari tanpa henti. Yang luar biasa lagi, dia menjual dengan berkeliling kota tanpa henti. Alhasil banyak rotinya terjual.
Pekerjaan yang dilakukan oleh Sang Penjual Roti membuahkan hasil, hingga omset penjualanya selalu meningkat. Namun sangat disayangkan, dia kelihatan lelah dan tubuhnya menjadi kurus. Ternyata setelah diselidiki, Sang Penjual Roti ini begitu sibuknya melayani para pembeli, tetapi dia sendiri tidak pernah menikmati roti buatannya. Dia tidak memperhatikan kebutuhan akan makanan untuk tubuhnya, padahal roti tersebut tidak jauh daripadanya. Jarang antara roti dengan dirinya sejauh panjang jari-jari tangannya. Tapi sangat disayangkan itupun tak pernah terjamah oleh jari jemarinya untuk diambil dan diteruskan ke mulutnya untuk dicerna. Sang Penjual Roti yang selalu mencapai omset penjualan tinggi namun dia kelaparan. Dia cerdas tetapi mengabaikan dirinya sendiri.

Melakukan pekerjaan Tuhan tanpa anugerahNya adalah sia-sia. Hal itu sama saja pelayanan yang dikerjakan dengan kekuatan sendiri dan untuk tujuan sendiri. Jikalau ini terjadi, maka sesungguhnya kita tidak sedang melayani. Kisah di atas sebagai gambaran betapa sibuk dan stress sang penjual roti. Dia tidak menikmati pekerjaannya sebagai penjual roti. Tuhan sang pemiliki Anugerah telah memberikan anugerah kepada orang Kristen untuk bukan saja mampu melayaniNya tetapi juga menikmati pekerjaan pelayanan kepada Tuhan. Sebab pelayanan adalah anugerah Tuhan yang mengandung sukacita dan damai sejahtera di hati. Kekuatan orang Kristen adalah pekerjaan Allah.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : 2 Korintus 3:5
- Yang dikatakan jemaat di Korintus adalah…. Kesanggupan kami adalah pekerjaan…..
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Selama Anda mengiring salib Yesus dan terlibat dalam pekerjaan pelayanan di gereja lokal Anda, bagaimana Anda memahami “kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah” (2 Kor 3:5).
Apakah maksud dari “pekerjaan Allah”?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Pahamilah terlebih dahulu bahwa jikalau hari ini Anda diberikan kepercayaan melayani Tuhan, pandanglah ini sebagai anugerah Allah yang terhormat. Mulailah atau jadikanlah cara pandang ini sebagai dasar penerimaan tanggung jawab pelayanan Anda.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saksikanlah jikalau Anda merasakan sukacita dan buah-buah pelayanan selama Anda melayani Tuhan, kepada jemaat dimana Anda bergereja.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

