21 Maret 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yohanes 12:24, Yohanes 15:5
A. PENGANTAR
Firman Tuhan ini pagi ini mengatakan, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah (Yoh 12:24). Kalau manusia ditanya lebih memilih untuk mati atau hidup?, pasti mereka menjawab, “jawaban kedua”. Tetapi Firman Tuhan katakan, “untuk kita mengalami hidup yang sejati dan hidup dalam kelimpahan (berbuah banyak) kita harus mulai dengan “mati”. Tentu mati yang saya maksudkan bukan bicara mati secara jasmani.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN
Tuhan Yesus mengajar murid-muridnya, melalui renungan pagi kita ini, supaya mereka (murid-murid) mengerti apa itu hidup yang sebenarnya, dan mengerti bagaimana mereka seharusnya memandang kehidupan sementara di bumi ini dengan perumpaam biji gandum. Tidak ada cara yang mudah untuk mengalami pelipat-gandaan (Zoe), kecuali harus mati, mati yang saya maksudkan adalah mati terhadap diri sendiri (ego), mati terhadap kekuatan/kemampuan manusia.

Meninggalkan cara-cara hidup yang lama, yang hanya mengandalkan kekuatan manusia dan mengalami hidup yang baru di dalam Kristus (lahir baru), Dan Yohanes 15: 5 Bukan saja kita hidup di dalam Kristus, tetapi Kristus itu hidup di dalam saya.
B.2. MERENUNGKAN (M1)
“Ketika kita mati tehadap diri sendiri dan hidup baru di dalam Kristus, maka Tuhan janjikan kita akan berbuah lebat (pelipatgandaan) bermutiplikasi bahkan menjadi berkat bagi banyak orang. Memang harga yang harus dibayar sangat mahal yaitu kita harus mati terhadap diri sendiri. Kristus telah mati terlebih dulu bagi kita lewat karya salibNya, supaya setiap kita yang percaya padanya memperoleh keselamatan. Bukan hanya keselamatan saja, tetapi kemenangan dan kemuliaan, sebab Yesus bangkit dengan mengalahkan dosa. Jadi ketika Saudara mengalami keterpurukan “nyungsep””nyusruk” dalam kehidupan, pekerjaan dan bisnis, diabaikan, dilupakan atau tidak dianggap, itu artinya kita sedang mengalami mati terhadap diri sendiri, dan ini adalah sebuah Langkah awal untuk sebuah proses awal dalam pertumbuhan rohani yang Tuhan rindukan.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Memang Tuhan kadangkala memakai masalah yang kita hadapi (trouble encounter) untuk langkah awal pemulihan dan pertumbuhan rohani. Ketika itu terjadi, mari jemaat rendahkan hati kita, mengaku kegagalan dan dosa kita, dan mau ikut dalam proses pemulihan yang Tuhan rancangkan. Ada 3 fase pertumbuhan setelah pemulihan yaitu proses berakar, bertunas/bertumbuh dan berbuah.
B.3. MEMBAGIKAN (M4)
Bagikan setiap kisah hidup bapak ibu Saudara, bagaimana Tuhan memulihkan kehidupanmu, bagaimana Tuhan membuat engkau mengalami “mati terhadap diri sendiri” dan kemudian bangkit sebagai pemenang. Setiap kisahmu sekalipun mungkin kelam dan buruk itu akan berdampak bagi banyak orang, khususnya orang-orang disekitarmu.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

