SELASA – BENIH MEMBUTUHKAN TEMPAT YANG TERBAIK

22 Maret 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Matius 13: 1-9

PENGANTAR

“Orang banyak datang dari berbagai tempat berbondong-bondong kepada-Nya dan mengerumuni Dia. Melihat banyak orang yang datang dan mengerumuni-Nya, maka Ia kemudian mengajar mereka dengan suatu perumpamaan seorang penabur, dicatat dalam Matius 13:1-9

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Matius 13:1-9 menceritakan bahwa ada seorang penabur yang menabur benih, sebagian jatuh dipinggir jalan, sebagian jatuh ditanah berbatu, sebagian jatuh di semak berduri, dan sebagian lagi jatuh di tanah yang baik. Mungkin banyak penulis renungan, pengkhotbah dan penafsir mengumpamakan bahwa benih itu adalah Firman dan tanah adalah hati manusia. Tetapi dalam renungan kali ini, izinkan saya ingin mengumpamakan bahwa benih adalah hidup manusia dengan segala potensinya. Ketika benih itu jatuh ke tanah dan mati (Yoh 12:24), maka faktor utama yang menentukan, Apakah benih itu (hidup manusia) itu dapat berakar, bertunas atau bertumbuh sangatlah ditentukan oleh ekosistem (lingkungan biologi), jika ia jatuh dalam lingkungan yang buruk (dimana tidak ada kasih, tidak ada kuasa firman, tidak ada doa/mujizat dan tidak ada kehidupan ketersalingan) yang digambarkan sebagai tanah (lingkungan) yang tanahnya tipis (iman dan pengajaran yang lemah), berbatu (tidak ada pertobatan dan tidak ada kehidupan yang berubah), bersemak duri (saling menjatuhkan, melemahkan) dan penuh burung yang memangsa (penuh intimidasi).

Maka benih itu tidak bertumbuh secara rohani, dan tidak pernah dapat berbuah yaitu hidup yang tidak produktif dan tidak berdampak.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Renungan ini mengajarkan kita bahwa ketika orang baru mengalami kemenangan Kristus diumpamakan sebagai benih, ia harus dan butuh tinggal di tempat terbaik yang yaitu komunitas yang saling membangun, dimana disana diajarkan tentang siapa Kristus yang sejati, mengalami Kasih dan Kuasa Kristus, mengalami kemenangan iman, dan hidup yang saling menopang
Dan ketika benih baru itu tinggal di tempat terbaik maka ia akan mengalami pertumbuhan dan berbuah lebat, dimana ia menghasilkan 100 kali lipat, enam puluh kali lipat dan 30 kali lipat (Matius 13:8)

B.3. MELAKUKAN (M3)

Marilah kita semua jemaat Tuhan, kita tahu sekarang bahwa benih yang baik di hasilkan dari tanah yang baik (Kuasa Firman Tuhan, Doa dan Komunitas yang sehat), Untuk itu mari kita menciptakan sebuah komunitas atau ekosistem (tempat hidup) yang kondusif bagi jemaat-jemaat lain yang rindu mengalami pertumbuhan rohani.

Dengan terus menerus menumbuhkan pola hidup komunitas berkemenangan, dorong mereka yang baru untuk hidup dalam kebiasaan-kebiasaan yang baru yang Allah sudah ajarkan melalui firmanNya, doakan mereka dan bawa mereka terus melakukan pelayanan orang percaya (salah satunya adalah bersaksi bagi banyak orang dan belajar berdoa bagi orang-orang sakit/kesusahan)

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Sampaikan kebenaran hari ini kepada siapapun khususnya Saudara seiman, bahwa ketika kita melakukan kebenaran firman Tuhan dan kehidupan doa penuh iman serta melakukan ketersalingan maka sebenarnya kita sudah membuat setiap orang Kristen khususnya yang baru bertobat, mengalami metanoia (perubahan akal budi) dan pertumbuhan rohani. Mari kita terima mereka tanpa syarat, kasihi mereka dengan tanpa syarat dan percayai mereka, bahwa mereka mampu berubah seperti Kristus. Bisa ya?

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47