25 April 2022
Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
1 Petrus 3: 14-15
A. PENGANTAR
Kata ‘kudus’ didalam Alkitab pada dasarnya adalah berarti ‘dipisahkan’, ’berbeda’ dari segala sesuatu. Allah adalah Kudus dalam pengertian bahwa Ia begitu berbeda dari segala sesuatu dan dari semua yang lain. Allah itu unik, tidak ada apa-apa atau siapapun yang seperti Dia.
Allah sama sekali berbeda dari segala sesuatu didalam dunia ini. Dunia ini tercemar tapi Ia suci; dunia ini penuh dengan kebencian tapi Ia penuh dengan kasih; dunia ini penuh kasih yang tidak tulus dan cenderung ingin menguasai, tapi kasih Allah selalu tulus dan murni, dst.
PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
1 Petrus 3: 14-15
Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.
Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat

Ayat 14 secara tidak langsung menjelaskan bahwa ketika kita melakukan kebenaran bisa saja kita menderita. Menderita tidak harus fisik, tapi bisa juga secara mental, pikiran maupun secara rohani.
Ayat 15 adalah nasihat apa yang harus kita lakukan ketika kita mengalami ayat 14. Bahwa baik dalam keadaan suka maupun duka karena melakukan kebenaran kita harus tetap mengkhususkan/memisahkan Kristus dalam hati kita. Kita harus tetap memberikan kepada Kristus penghormatan yang khusus yang sesuai dengan kedudukan-Nya sebagai Tuhan (pemilik hidup kita). Iman kita tidak boleh goyah sedikitpun. Kita tidak boleh takut dan gentar.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Paulus dalam surat-suratnya sering menyebut orang-orang Kristen sebagai orang-orang kudus (contoh : Roma 1:7, Roma 8:27, 1 Kor 1:2, Efesus 1:1, dst). Orang Kristen dipanggil untuk menjadi orang-orang kudus. Orang-orang yang memisahkan dirinya dari kecemaran dunia. Orang-orang yang hidupnya berbeda dengan dunia. Orang-orang yang mengkhususkan dirinya bagi Allah.
Memang secara fisik kita masih hidup didunia ini, tapi filosofi hidup kita, nilai-nilai hidup kita, dan cara-cara kita hidup haruslah sama dengan yang Allah inginkan dan itu kebanyakan adalah berbeda dengan cara hidup orang dunia.
B.3. MELAKUKAN (M3)
Jadi jika hari ini kita menyebut diri kita Kristen dan bangga dengan itu, maka kita harus pastikan bahwa nilai-nilai hidup kita sesuai dengan yang Allah kehendaki. Sesuai dengan yang Allah ajarkan melalui FirmanNya. Kita harus menjadi orang-orang yang kudus yang memisahkan diri kita dari kecemaran dunia, dan mengkhususkan hidup kita bagi Allah. Kita masih tetap makan, minum, bekerja, berkeluarga, bersahabat, dsb. Tapi kita harus pastikan semuanya kita lakukan dengan tetap memberikan kepada Kristus penghormatan yang khusus yang sesuai dengan kedudukan-Nya sebagai Tuhan (pemilik hidup kita). Artinya apa yang kita lakukan, Kristuslah sebagai pusatnya bukan kita.

Dijauhkan dari kita, kita menyebut diri kita Kristen tapi pada prakteknya tidaklah demikian. Kita tidak menjadi orang-orang yang kudus. Karena itu, jika masih ada nilai-nilai, filosofi, dan cara-cara hidup yang tidak sesuai dengan kebenaran yang Allah ajarkan, maka kita harus berani keluar dari semuanya itu dan mulai melakukan semuanya didalam terang kebenaran Firman Nya. Contoh sederhana, orang-orang dunia yang tidak mengenal Allah takut akan kehilangan jabatan/pekerjaan jika tidak menyuap, atau melakukan hal yang curang. Orang Kristen tidak boleh takut dan tetap melakukan apa yang benar. Orang-orang dunia, takut dan khawatir dengan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM dan tarif listrik. Orang Kristen tidak boleh takut dan khawatir akan kekurangan. Justru kita harus mendukung keputusan pemerintah dan ikut membawa ketenangan selama memang keputusan pemerintah itu bukan keputusan yang zalim/semena-mena namun dengan segala pertimbangan yang matang. Dilain sisi, kita juga harus tetap bekerja dengan memberi yang terbaik dan tidak malas. Maka tidak mungkin Tuhan tidak cukupkan. Tuhan pasti cukupkan.
Kita tidak boleh takut dan gentar kepada apa yang orang dunia takutkan, tetapi kita harus tetap menguduskan Kristus dalam hati kita. Menempatkan Dia di tempat yang seharusnya yaitu Tuhan (pemilik hidup kita). Tentang inilah ayat 14-15 dalam 1 Petrus 3 berbicara.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Sharingkan dan diskusikan dengan saudara seiman/rekan komsel/pelayanan bagaimana mempraktekkan menguduskan Kristus dalam hati kita.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

