MINGGU – OTORITAS MEMERINTAH DI DUNIA DENGAN POSISI YANG BENAR

22 Mei 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Matius 5:44; Roma 12:2

A. PENGANTAR

Tidak ada cara untuk dengan benar memerintah dan menundukkan bumi dengan prinsip-prinsip kerajaan kegelapan. Orang-orang dunia ini berjalan dalam kerawanan pikiran mereka. Mereka tidak dapat memahami apa artinya “Kasihilah musuhmu, berkatilah mereka yang mengutukmu, berbuatlah baik kepada mereka yang membencimu” (Mat 5:44, NKJV). Mereka mandek dengan seperangkat prinsip yang rendah dan mereka mendapatkan hasil yang rendah. Allah tidak merancang tubuh manusia untuk hal-hal seperti perzinahan, dengki, pencurian, bahasa yang tidak senonoh, amarah dan kecanduan alkohol dan narkoba. Dia merancang pikiran dan tubuh kita untuk berfungsi menurut prinsip-prinsip kerajaan. Membenci berarti perlahan-lahan menghancurkan diri sendiri. Memanipulasi orang lain berarti mengundang kematian ke dalam hidup anda. Kejahatan tidak dapat mengalahkan kejahatan. Tubuh, otak dan roh dimaksudkan untuk berfungsi berdasarkan prinsip-prinsip kerajaan (Ef 4:17-18).

Tuhan telah memberikan otoritas kepada gerejaNya untuk memerintah di bumi, bukan dengan surat keputusan untuk jabatan tertentu (missal di kantor, perusahaan, sekolah, dll). Otoritas itu anda dapatkan pada saat anda menerima Yesus Kristus sebagai Raja Tunggal dalam hidup anda dan anda wajib melakukan semua peraturan, ketetapan dan perintahNya. Itulah benih otoritas Anda supaya anda mampu berkuasa membangun kerajaanNya.

Misi yang mengubah dunia adalah misi dimana orang Kristen harus memiliki posisi-posisi yang lebih tinggi dan prinsip-prinsip yang lebih tinggi. Anda hanya dapat mentransformasi sesuatu jika anda tidak serupa dengan dunia (Roma 12:2). Prinsip-prinsip kerajaan bukanlah rahasia. Semua itu terdapat di seluruh bagian Alkitab, terutama di dalam Injil. Prinsip-prinsip itu meliputi kasih, samai sejahtera, keadilan, kemurahan, kebaikan, kelemahlembutan, kesatuan, belas kasihan dan kekudusan.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Matius 5:44; Roma 12:2

  1. Siapakah yang dikasihi? (Mat 5:44)
  2. Apakah nasehat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma? (Rom 12:2)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Otoritas Tuhan adalah kuasa Ilahi untuk selalu berdamai dengan siapa saja bahkan proaktif untuk menolong siapa saja bahkan musuh sekalipun. Bagaimana Anda memahami ‘kasih dan berdoa untuk musuh’ dan kaitannya dengan ‘jangan menjadi serupa dengan dunia’ (Roma 12:2)

B.3. MELAKUKAN (M3)

Otoritas Allah adalah firman yang hidup. Sebagai anak-anakNya, marilah hanya berlatih dan melepaskan kuasa itu kepada orang lain, tanpa perlu membuat strategi tertentu yang akhirnya focus nya pada kita sebagai pelaksana kuasa Tuhan, bukan pada Sumber Kuasa itu. Ciptakan kebiasaan pengandalan kuasa Tuhan dalam berbagai bidang kehidupan Anda.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saatnya membiasakan diri bersaksi akan kehabatan kuasa Roh Kudus di dalam kehidupan Anda dan keluarga Anda. Kesaksian Anda adalah cerita nyata bahwa tidak ada kekuatan di dunia yang sehebat kuasa Tuhan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47