27 Juni 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
1 Korintus 9:27
A. PENGANTAR
Banyak orang Kristen tanpa disadari merasa bahwa ketika dia sudah “lahir baru”, maka hidup kekristenannya sudah paripurna/sudah selesai. Seolah-olah lahir baru adalah titik akhir dari perjalanan kekristenan dia. Dia merasa bahwa diakhir hidupnya nanti Tuhan pasti akan menerima dia. Padahal Paulus mengibaratkan kehidupan kekristenan kita seperti sebuah pertandingan. Dan dalam sebuah pertandingan, hanya atlet yang bertahan mengikuti pertandingan sampai akhir lah yang akan menang. Bukan hanya yang mendaftar mengikuti pertandingan, atau bahkan yang sudah mengikuti pertandingan tapi tidak mampu bertahan sampai akhir.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
1 Korintus 9:27
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
1 Korintus 10:5-6
10:5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.
10:6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
Matius 7:23
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Bacaan kita hari ini menyadarkan kita bahwa sebenarnya ada kemungkinan untuk kita orang Kristen ditolak oleh Tuhan. Paulus mengingatkan kembali bahwa kisah bangsa Israel ditulis sebagai pengingat bahwa ada kemungkinan kita ditolak oleh Tuhan. Jika kita tidak setia sampai akhir maka kitapun bisa ditolak oleh Tuhan. Lahir baru bukanlah titik akhir, melainkan titik awal perjalanan kekristenan kita. Dari titik awal menuju titik akhir itulah periode dimana kita harus membuktikan iman dan cinta kita kepada Tuhan dengan cara hidup yang berkenan kepada Dia.
B.3. MELAKUKAN (M3)
Kita harus menyadari bahwa jika kita tidak setia sampai akhir maka ada kemungkinan kitapun akan ditolak oleh Tuhan. Dengan demikian kita akan terus termotivasi untuk menjaga hidup kita tetap sesuai dengan standarnya Tuhan.
Kalimat “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya” dibacaan kita hari ini, jika dalam terjemahan versi Message nya dikatakan “Saya tetap waspada dan dalam kondisi prima. Aku tidak akan ketahuan tidur siang,”

Seorang murid sekolah jika dia tidak tahu bahwa ada kemungkinan dia tidak lulus sekolah maka dia tidak akan sungguh-sungguh belajar. Bayangkan jika dia merasa bahwa dia pasti lulus, apapun yang akan dia lakukan, belajar atau tidak belajar, sungguh-sungguh atau malas. Maka bisa dijamin pasti dia akan menjadi murid yang tidak serius mempersiapkan dirinya.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Mari saling menguatkan dan mengingatkan satu sama lain dengan rekan pelayanan/rekan komsel bahwa kita harus setia sampai akhir apapun yang terjadi jangan pernah berhenti.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

