SELASA – BAIK TAPI JUGA TEGAS

28 Juni 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yoh. 15:2; Yoh. 15:6; Mat. 7:21

A. PENGANTAR

Kemarin kita sudah belajar bahwa ternyata sebagai orang Kristen, tetap ada kemungkinan untuk kita ditolak oleh Tuhan. Namun untuk menyadarkan orang Kristen mengenai hal ini tidak lah mudah. Hal ini karena sering tidak berimbangnya pengajaran yang lebih menekankan kepada kebaikan Tuhan saja tanpa menekankan juga sisi ketegasan Tuhan dan itu disampaikan berulang-ulang dan bertahun-tahun. Akibatnya, seringkali tanpa sadar gambaran seorang Kristen terhadap pribadi Tuhan menjadi tidak lengkap. Cenderung berat sebelah hanya kepada kebaikan Tuhan saja.

Padahal jika kita belajar dari mulai kisah Adam dan Hawa, Kain dan Habel, Sodom & Gomora, perjalanan bangsa Israel, sampai dengan Firman yang disampaikan Yesus sendiri saat dibumi menunjukkan juga bahwa Tuhan adalah pribadi yang juga tegas, yang tidak bisa dipermainkan. Bagaimana Tuhan mengusir Adam & Hawa dari taman eden karena ketidaktaatan mereka. Bagaimana Tuhan menghukum Kain karena telah membunuh adiknya Habel (Lihat Kej 4:11-12). Bagaimana Tuhan menjungkir balikkan kota Sodom & Gomora karena kejahatan penduduknya. Bagaimana Tuhan tidak berkenan kepada sebagian besar bangsa Israel karena kedegilan hati mereka. Dan juga Yesus berulangkali menyampaikan Firman yang tegas seperti dalam bacaan kita hari ini.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Yoh. 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah,
dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Yoh. 15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Mat. 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Jika kita renungkan FT diatas, kepada siapakah Yesus menyampaikan Firman itu? siapakah ranting itu? pastilah itu orang Kristen, tidak mungkin orang non Kristen. Karena pastilah hanya orang yang sudah percaya kepada-Nya saja yang bisa melekat kepada-Nya seperti ranting. Jadi orang Kristen pun jika tidak terus tinggal dalam Dia akan dibuang keluar dan dicampakkan.

Siapakah yang dikatakan Yesus sebagai orang yang berseru kepada-Nya Tuhan, Tuhan? Pastilah itu orang Kristen, tidak mungkin orang non Kristen. Karena orang non-Kristen tidak mempercayai bahwa Dia adalah Tuhan, apalagi berseru kepada-Nya Tuhan, Tuhan. Jadi, orang Kristen pun jika tidak melakukan kehendak Bapa disorga dia tidak akan masuk dalam Kerajaan Sorga.

Dia adalah Tuhan yang baik, sangat baik, dan teramat baik dan kita pasti tidak meragukan hal itu. Tapi disatu sisi jangan dilupakan, Dia juga adalah Tuhan yang tegas, bukan murahan, dan Tuhan yang memiliki aturan.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Selama kita tidak mempunyai gambaran yang seimbang tentang pribadI Tuhan, maka kita juga tidak akan mempunyai daya juang yang memadai untuk hidup sesuai dengan standarnya Tuhan. Saat Yesus menyampaikan FT Yoh 15:2, 15:6, Matius 7:21 Dia bukan hanya menunjukkan ketegasan Tuhan tapi juga sedang menyampaikan sebuah standar. Bahwa sebagai orang Kristen, standar kita adalah berbuah, tetap melekat kepada Dia dan melakukan kehendak Bapa disorga.

Jika kita tidak mempunyai gambaran yang seimbang tentang pribadI Tuhan, maka kita cenderung akan tidak bisa menerima bahwa bagi orang Kristen ada kemungkinan untuk ditolak oleh Tuhan. Yang akibatnya kita juga menjadi tidak mempunyai urgensi (perasaan mendesak) untuk hidup sesuai dengan standar Tuhan. Jika demikian kita juga akan cenderung menjadi orang Kristen yang hidupnya sembarangan dan tidak waspada (tidak dalam kondisi prima), yang penting tetap ke gereja, yang penting tetap beragama Kristen.

B.4. MEMBAGIKAN (M4

Saling berbagi ceritalah dan saling menguatkan dengan rekan komsel/saudara seiman tentang topik renungan hari ini.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47