29 Juni 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
1 Korintus 9:27
A. PENGANTAR
Beberapa waktu lalu ramai sebuah pemberitaan tentang seorang anak muda yang tidak lulus seleksi menjadi seorang bintara polisi karena diketahui memiliki kekurangan yaitu buta warna parsial dimana kemampuan ini adalah sesuatu yang cukup penting untuk seorang anggota polisi. Padahal sebelumnya anak muda ini sudah lolos seleksi tahap 1, namun kemudian harus rela mengubur impiannya karena dia dapati ternyata tidak memenuhi syarat. Hal ini tentu sangatlah menyesakkan buat anak muda ini, apalagi jika ternyata selama ini dia sangat percaya diri untuk bisa lolos tanpa tahu bahwa ternyata dia tidak memenuhi syarat.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari kita baca 1 Korintus 9:27 dalam Alkitab versi FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
“Seperti seorang atlet saya menggembleng tubuh saya, melatihnya melakukan hal-hal yang harus dilakukan dan bukan hal-hal yang dikehendakinya. Sebab, kalau tidak, saya takut kalau-kalau setelah mempersiapkan orang-orang lain untuk perlombaan, saya sendiri dinyatakan tidak memenuhi syarat, lalu ditolak.”

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Kisah anak muda tadi mungkin sangat menyesakkan atau menyedihkan buat anak muda tersebut. Namun jika kita baca FT hari ini, ternyata ada yang lebih tragis yaitu ketika seseorang mempersiapkan orang lain untuk mengikuti sebuah perlombaan namun dirinya sendiri tidak bisa mengikuti perlombaan itu karena dianggap tidak memenuhi syarat. Ya, ini lebih tragis karena dia mempersiapkan orang lain berarti dia menganggap dirinya sendiri pasti lebih baik dari orang yang sedang dipersiapkan dan tentunya sudah memenuhi syarat. Lalu ternyata dia mendapati dirinya sendiri tidak memenuhi syarat, tentu itu akan menjadi sebuah tragedi yang sangat-sangat menyesakkan.
Sekarang mari kita renungkan, bagaimana jika hal itu terjadi dalam hidup kekristenan kita. Kita merasa selama ini sudah memenuhi syarat untuk diterima oleh Tuhan karena sudah lahir baru bahkan ikut aktif dalam pelayanan. Tapi ternyata saat dipengadilan Tuhan, Dia berkata bahwa kita tidak memenuhi syarat untuk ikut dalam pesta perjamuan yang sudah Dia siapkan. Dia mengatakan bahwa selama ini kita lahir baru hanya secara konsep saja, tapi secara kehidupan nyata kita tidak mengalami perubahan. Secara teori Kristen, tapi secara praktek kehidupan sehari-harinya adalah seorang atheis. Tidak ubahnya seorang yang tidak mengenal Tuhan. Atau mungkin Dia mengatakan, kita lahir baru hanya saat dimana kita mengundang Dia masuk dalam hati kita menjadi Raja dan Juruselamat dalam hidup kita. Hanya saat itu saja, setelah itu kita hidup tidak ubahnya orang-orang fasik. Mungkin juga Dia mengatakan, bahwa pelayanan yang selama ini kita lakukan hanya untuk kepentingan pribadi kita saja bukan untuk kepentingan Tuhan. Jika semua itu terjadi dimana Tuhan menyatakan kita tidak memenuhi syarat, maka saat itu akan menjadi saat yang paling tragis bagi kita.

Mari kita selalu gumuli pertanyaan ini, Tuhan apakah saya sudah memenuhi syarat untuk ikut serta dalam pesta perjamuan Mu nanti?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Mari kita terus belajar mengikuti teldan Paulus yang melatih dirinya agar selalu dalam keadaan yang prima dalam hidup mengikut Tuhan. Yang senantiasa melatih dirinya agar hidupnya sepadan dengan buat pertobatannya. Jangan sampai nanti kita menjadi bagian orang-orang yang dianggap Tuhan tidak memenuhi syarat. Dijauhkan kiranya hal itu dari kita semua. Amin
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saling berbagi ceritalah dan saling menguatkan dengan rekan komsel/saudara seiman tentang topik renungan hari ini.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

