30 Juni 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
1 Korintus 9:24
A. PENGANTAR
Dalam sebuah pertandingan apapun, sikap yang berbahaya adalah sikap meremehkan lawan. Ketika Seorang atlet sudah merasa jemawa, merasa lebih hebat dari musuhnya, maka dia akan cenderung menjadi tidak waspada, ceroboh dan tidak fokus. Ketika hal itu tejadi maka cepat atau lambat dia akan kalah dan pada akhirnya akan menanggung malu.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
1 Korintus 9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Paulus dalam bacaan kita diatas mengingatkan bahwa kita juga sedang ada dalam sebuah pertandingan. Dan pertandingan itu bukanlah sebuah pertandingan yang mudah karena dari sekian banyak peserta yang berlari, hanya satu orang saja yang mendapat hadiah. Jika semua peserta dapat hadiah maka itu bukanlah sebuah pertandingan melainkan hanya permainan untuk senang-senang saja. Tapi di ayat yang kita baca tadi, Paulus menjelaskan hanya ada satu orang yang mendapat hadiah. Maksudnya adalah Paulus ingin menjelaskan bahwa kita sedang berada dalam pertandingan yang sangat berat. karena itu kita harus lari begitu rupa yang artinya kita harus berusaha sekuat tenaga agar kita menang. Dan itu ditentukan juga seberapa disiplin dan seberapa sungguh-sungguh kita melatih diri kita.
Jangan anggap remeh pertandingan yang sedang kita hadapi sebagai seorang Kristen. Ingat, sikap meremehkan hanya akan membuat kita tidak waspada, ceroboh dan tidak fokus.

Lalu sebagai seorang Kristen siapa lawan yang kita hadapi dalam pertandingan iman ini?ada dua musuh kita. Pertama tentunya adalah kuasa kegelapan yang dari dulu sampai dengan sekarang terus bekerja mencoba menarik sebanyak mungkin orang termasuk orang Kristen untuk memberontak kepada Tuhan. Ingat, kuasa kegelapan ini adalah musuh yang kuat dan tidak bisa dianggap remeh. Kemudian dia juga berpengalaman, karena sudah dari dulu dia memperdaya banyak orang. Artinya dia punya banyak cadangan strategi agar anak-anak Tuhan jatuh. Kita sudah sering mendengar hamba-hamba Tuhan jatuh. Yang berbahaya lagi dari kuasa kegelapan ini adalah dia tidak selalu melakukan hal yang kelihatanya buruk, malahan cenderung memperdaya anak-anak Tuhan dengan hal-hal yang membuat nyaman, aman, senang, yang pada akhirnya membuat mereka tidak lagi bersandar kepada Tuhan dan jauh dari Tuhan.
Musuh kita yang kedua adalah diri kita sendiri. Dan ini tidak lebih ringan dari musuh yang pertama. Karena daging kita selalu ingin hal-hal yang berlawanan dengan keinginan Tuhan. Perlu disiplin yang keras dan usaha yang konsisten untuk bisa mengalahkannya. Dan ini adalah perjuangan kita seumur hidup. Jangan sampai, saat dipenghujung akhir hidup kita, kita masih menjadi pribadi yang keras kepala, sombong, tidak mau mengalah, tidak bisa ditegur, egois, dsb. Sebaliknya, seharusnya sampai dipenghujung akhir hidup kita, kita menjadi pribadi yang semakin seperti Kristus. Kalau tidak bisa serupa Kristus, setidaknya sangat-sangat mendekati seperti Kristus.
B.3. MELAKUKAN (M3)
Mari kita menyadari bahwa pertandingan yang kita jalani bukanlah pertandingan yang mudah. Agar kita tetap waspada, tidak ceroboh dan tetap fokus. Orang yang waspada dan tetap fokus adalah orang yang akan melatih dirinya dan mempersiapkan dirinya agar bisa mencapai tujuan. Hanya orang yang mempersiapkan dirinya lah yang layak untuk menjadi pemenang.

Kemudian kita juga tidak boleh meremehkan musuh-musuh kita. Musuh yang pertama, memang sudah dikalahkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Tapi jangan salah dia bukan singa ompong. Buktinya, dari jaman Yesus naik ke surga sampai dengan sekarang musuh ini masih berhasil menyeret banyak orang untuk memberontak kepada Tuhan. Tapi kita juga tidak perlu takut, karena dia tidak mempunyai kuasa atas kita kecuali kita memberikannya. Darah Yesus sudah mengalahkan musuh ini, karena itu kita harus tetap melekat kepada Dia maka musuh ini akan undur dari pada kita. Bukan kita meninggikan musuh ini, tetapi agar kita tetap waspada karena dia berpengalaman dan punya banyak cara.
Kalau musuh yang pertama, Tuhan Yesus sudah kalahkan walaupun tetap kita tidak boleh anggap remeh. Maka musuh yang kedua yaitu diri kita sendiri, kitalah yang harus mengalahkannya. Memang kita tidak bisa mengandalkan diri sendiri, namun semuanya bergantung kepada kita. Kita lah yang harus melatih diri kita, menggembleng diri kita sampai satu titik diri kita tidak menginginkan apa-apa lagi selain Tuhan. Sulit dan tidak mudah memang, tapi Tuhan Yesus sudah memberikan teladan dan juga memberikan Roh Kudus-Nya untuk menuntun kita. Halleluya !
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saling berbagi ceritalah dan saling menguatkan dengan rekan komsel/saudara seiman tentang topik renungan hari ini.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

