01 Juli 2022
Penulis : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
1 Korintus 3:5-7; 1 Korintus 9:1-4
A. PENGANTAR
Kita seringkali berusaha membuat orang lain bisa menerima kita. Karena pada dasarnya kita sebagai manusia tidak ingin dijauhi dan ditolak oleh orang lain. Dan bahkan banyak orang melakukan berbagai cara agar bisa diterima oleh orang lain atau komuntias yang dia sukai. Tidak peduli dia harus berbohong, mencuri atau menipu dia akan lakukan agar dia bisa diterima.
B. PEMBELAJARAN
1 Korintus 3:5-7
3:5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.
3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
3:7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
3:8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.

1 Korintus 9:1-4
9:1 Bukankah aku rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku dalam Tuhan?
9:2 Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu aku adalah rasul. Sebab hidupmu dalam Tuhan adalah meterai dari kerasulanku.
9:3 Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengeritik aku.
9:4 Tidakkah kami mempunyai hak untuk makan dan minum?
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
B.1. MENEMUKAN (M1)
Jika kita baca kitab 1 Korintus dari awal. Maka kita akan menemukan salah satu pesan inti dari Paulus adalah bahwa dia tidak peduli sekalipun ditolak oleh manusia. Sekalipun tidak dianggap rasul oleh sebagian jemaat Korintus, sekalipun rasul-rasul yang lain tidak menganggap dia bagian dari rasul-rasul utama. Memang di 1 Korintus 9, Paulus juga mengatakan bahwa dia berusaha diterima sebaik mungkin disemua kalangan dan golongan tapi ini dalam konteks agar Injil bisa diberitakan bukan karena alasan lain atau karena takut ditolak. Tetapi ketika kita membaca 1 Korintus 9:27 Paulus mengatakan jangan sampai dia sendiri ditolak. Ada rasa takut atau gentar didalam kalimat itu. Kenapa? karena kalimat itu bicara tentang ditolak oleh Allah bukan oleh manusia.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Paulus sendiri gentar jika sampai dia ditolak oleh Allah. Kalau hanya ditolak oleh manusia, itu tidak ada apa-apanya. Seberat-beratnya ditolak oleh manusia, paling kita hanya tidak punya sahabat atau teman. Tapi jika ditolak oleh Allah, maka semuanya menjadi tidak ada artinya. Kekayaan, jabatan, pangkat, reputasi, properti disana-sini, koneksi, semuanya menjadi tidak berguna dan bahkan mungkin kita akan berkata lebih baik tidak punya semuanya itu tapi diterima oleh Allah daripada sebaliknya.

Kenapa renungan harian 1 minggu ini banyak bicara tentang membangun kesadaran? Mulai dari Ada kemungkinan bahwa kita ditolak (Senin) , kemudian bahwa kita harus jujur menyampaikan isi Alkitab bahwa Tuhan juga pribadi yang tegas dan tidak hanya baik saja(Selasa), juga bisa saja kita tidak memenuhi syarat dan itu akan menjadi hal tragis(Rabu), serta kemarin kita disadarkan bahwa kita sedang ada didalam pertandingan yang berat (Kamis). Hal ini supaya kita mempunyai perasaan gentar seperti yang dimiliki oleh Paulus. Dengan demikian kita akan tersadar dan mau mempersiapkan diri kita dengan sebaik-baiknya. Kalau perasaan gentar ini kita tidak miliki, maka bisa bisa kita terjerumus dalam zona nyaman, merasa bahwa kita pasti diterima tapi ujung-ujungnya ditolak.
B.3. MELAKUKAN (M3)
Mari kita terus bangun perasaan gentar itu bahwa ada kemungkinan untuk kita ditolak oleh Allah. Sehingga kita menjadi orang-orang yang mempersiapkan diri sebak mungkin, tetap waspada, tidak ceroboh dan tetap fokus sampai akhir pertandingan.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Mari saling mengingatkan satu sama lain untuk memiliki rasa gentar dengan kemungkinan ditolak oleh Allah.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

