SELASA – Tidak Lagi Menilai Menurut Ukuran Manusia

23 Juli 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
2 Korintus 5:15-17

A. PENGANTAR

Ketika seseorang mengenakan seragam polisi, maka dia menyebut dirinya polisi, ketika seseorang mengenakan seragam petugas kebersihan, maka dia menyebut dirinya petugas kebersihan dan ketika seseorang mengenakan seragam perawat orang sakit, maka dia menyebut dirinya perawat orang sakit. Di situlah bisa terlihat ekspresi peran seseorang yang berbeda-beda dan tentu bisa jadi membanggakan dirinya. Di lain waktu semua peran tadi, akan berganti menjadi peran lain tatkala mereka telah tiba di rumah atau di lain tempat. Dengan kata lain pemeranan memiliki batas waktu dan tempat.

Bagaimana peran Anda sebagai anak Tuhan? Sebagai seorang manusia biasa, kita bisa terbatasi dengan peran atau tugas dan tanggung jawab tertentu. Namun jika kita melihat diri kita sebagai manusia rohani yakni seorang manusia yang telah mengenakan baru sebagai akibat keputusan kita menerima dan menjadikan Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, dimana kita diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang seungguhnya (Ef 4:22-25). Apa yang dikatakan orang-orang percaya di Korintus, bahwa mereka tidak lagi hidup dengan ukuran dunia untuk menilai Kristus sebagai Satu Pribadi (2 Kor 5:16). Di tengah dunia yang sarat dengan ukuran-ukuran keberhargaan diri misalkan ukuran sukses satu keluarga dengan memiliki anak atau keturunan atau memiliki sejumlah kekayaan.

Tidaklah salah memiliki keturunan atau sejumlah kekayaan tertentu. Akan menjadi keliru dan salah jikalau ukuran-ukuran tersebut dijadikan standar arti sebuah kesuksesan berumah tangga, karena ada fakta, sukacita dan bahagia ketika mereka tidak memiliki keturunan atau sejumlah kekayaan dan mereka juga dapat menjalani ketetapan Tuhan dengan baik dan benar. Nasehat di Korintus itu, mengajak kita, agar tidak menjadi konflik internal diri tentang arti keberhargaan diri, yakni gunakan Kristus sebagai ukuran keberhargaan diri kita, dimana seorang pribadi yang meyakini bahwa Kristus telah mati untuk dia, supaya mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia (2 Kor 5:15). Jadi cara hidup untuk Kristus adalah menghargai diri kita sebagai anak Tuhan, dalam keadaan apapun, baik dalam keadaan bahagia atau tidak, kaya atau miskin, sakit atau sehat, sukses ataupun gagal. Sebagai ukuran hidup kita adalah ukuran Kristus yang telah memberikan kehidupan yang berkelimpahan (Yoh 10:10).

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : 2 Korintus 5:15-17

  1. Kristus telah mati untuk siapa? Supaya apa? (ayat 15)
  2. Sebagai akibat kita menjadi pengikut Kristus , apakah yang harus kita lakukan? (ayat 16)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Apakah ukuran Kristus harus dipakaikan ke dalam semua pola pikir , pola rasa (perasaan), kehendak dan pola tindak kita? Sejauh mana arti 2 Kor 5:16 bagi kehidupan pribadi Anda?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Periksalah konsep berpikir Anda tentang harga diri Anda yang masih keliru atau salah berdasarkan prinsip identitas diri sebagai Anak Tuhan? Lakukanlah program pemulihan pikiran negatif dengan kebenaran Alkitab melalui program saat teduh yang rutin.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah satu perubahan paradigm tentang arti sukses dari sukses dengan konsep dunia kepada konsep Alkitab, kepada rekan-rekan dekat Anda.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47