25 Juli 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yohanes 8:31-32, 1 Petrus 2;24
PENGANTAR
Dunia digital yang modern, cepat, dan transparan, dan dengan adanya platform social media memungkinkan setiap kita (manusia) dapat menyampaikan apa yang ada dalam pikiran, perasaan serta meng-ekspresi diri dengan mudah dan cepat, dan banyak orang (massa) pun dengan sangat mudah membacanya. Setiap orang berekspresi bahkan bisa _“sesuka hati” mereka, yang penting hepi! “Demikian manusia modern mengatakannya”. Tidak jarang apa yang mereka ekspresikan dan sampaikan tanpa memikirkan hati dan perasaan orang lain yg membacanya. Bahkan muncul istilah baru yaitu internet trolling yang provokatif serta mengajak orang untuk berdebat serta menyalahkan orang lain melalui internet platform, dengan alasan biar makin ramai, makin seru (biar banyak follower dan viever), meng-gossip, membuat berita palsu (hoax atau fake news) dengan tidak ada dasar kebenaran sama sekali, yang penting viral. Tidak jarang kita pun kemudian kena dampak, merasa tersinggung, emosi marah dan merasa “dianggap salah” bahkan reaktif penuh kemarahan terhadap status orang lain.
PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)
Bacaan renungan pagi Yohanes 8:31-32, “Maka kataNya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya, “Jikalau kamu tetap dalam………………………., kamu benar-benar adalah muridKu. Dan kamu akan mengetahui …………….. dan ………………… itu akan memerdekaan kamu.

MERENUNGKAN (M2)
“Blameless life” atau hidup yang tidak dapat dipersalahkan artinya sebuah sikap hidup yang mau hidup dalam kebenaran. Hidup yang tidak dapat dipersalahkan bukan berarti hidup kita tidak pernah buat salah atau gagal. Tetapi hidup yang mau seturut dengan kebenaran atau hidup dalam kebenaran. Dan kebenaran itu adalah Kristus sendiri (Yohanes 14:6 “Akulah jalan kebenaran dan hidup) Bahkan Firman (kebenaran) itu adalah Allah sendiri (Yohanes 1:1). Ditengah dunia yang gemar dan mudah saling menyalahkan (blaming), mengintimidasi (intimidating), memojokkan bahkan menuduh (condemn) , sering kali membuat kita menjadi tertuduh, merasa gagal dan merasa salah (blamed). Bahkan membuat kita kehilangan jati diri kita sebenarnya sebagai anak Tuhan, kemudian hidup dalam tuduhan, ketakutan, rasa bersalah bahkan kehilangan iman percaya kepada Tuhan.
Tuhan telah selesai dalam hidup kita, semua dosa, pelanggaran dan kesalahan kita telah IA tanggung di kayu salib! _(1 Petrus 2:24 “IA sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran). Dan kebenaran ini memerdekakan kita (Yohanes 8:31-32).

MELAKUKAN (M3)
Seperti nats renungan pagi hari ini, dikatakan bahwa Alkitab (firman Tuhan) adalah kebenaran. Ketika kita mau membaca, merenungkan dan mentaatinya lebih lagi, maka kita percaya bahwa firmanNya Ya dan Amin. Kebenaran itu memerdekakan kita dari rasa bersalah, rasa takut, atau dibebaskan dari penjara intimidasi dan penghukuman dunia yang jahat ini. Kebenaran firman ini akan menyaring setiap status social media yang penuh dakwaan/penghakiman terhadap kita. Mari kita semua hidup merdeka bukan dengan kekuatan manusia, tetapi merespon segala sesuatu (termasuk status social media) berdasarkan kebenaran Firman Tuhan.
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah, bagaimana ayat-ayat firman Tuhan ini telah mengubah hidup kita, dari hidup dengan rasa bersalah (tertekan) menjadi manusia merdeka di dalam Kristus Yesus!
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

