16 Agustus 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kejadian 18:16-33
A. PENGANTAR
Mari kita simak seorang yag bernama Abraham, seorang beriman dan memberikan semua hidup di masa tuanya untuk misi penebusan Allah bagi orang berdosa. Tidak bergitu terbaca di Alkitab tentang kehidupan rohani sebagai pengikut Allah Sang Pencipta dunia, tetapi Alkitab mencatat, seorang tua bernama Abraham begitu cepat berespon pada suara Allah untuk menjadi Bapa Bagi Banyak Bangsa. Mujizat!! Kalau bukan Tuhan, tentu Abraham tidak mau berespon untuk tugas yang tidak mudah dan penuh resiko tersebut.
Abraham sudah siap menjalankan tugas sebagai Bapa Bagi Banyak Bangsa yakni melalui program pendamaian manusia di bumi dengan Allah di surga. Hanya bermodalkan janji Allah untuk hidupnya (Kej 12), tanpa belajar teknik penyelesaian konflik dan alat-alat tertentu, Abraham rela dan berani melakukan negosiasi kepada Allah untuk mendapatkan pengampunan Allah kepada orang-orang di Sodom dan Gomora, yang penuh dosa di mata Allah. Negosiasi atau tawar menawar yang lihai, penuh hikmat dan penuh kasih ditunjukkan Abraham. Tidak ada maksud atau pesan-pesan sponsor darimanapun, Abraham berjuang membela Sodom dan Gomora. Abraham tahu mereka salah dan penuh dosa. Namun, hati penuh kasih, mendorongnya untuk mau melihat perubahan kehidupan Sodom dan Gomora.

Pendamai itu adalah orang yang pergi diantara kedua pihak yang bertikai atau dia sendiri yang mengusahakan kehidupan damai agar menutup pintu perseteruan yang berkepanjangan. Anak-anak Tuhan memiliki benih seorang pendamai bagi orang lain dan kamampuan menolong mendamaikan pihak-pihak yang bertengkar. Peran Abraham disebut juga sebagai pendoa syafaat (Latin : Interceed = go between = pergi diantara). Seorang pendamai juga seorang pendoa syafaat bagi mereka yang sedang barada dalam situasi konflik. Kenapa? Karena sesungguhnya seorang pembawa damai adalah penghancur semua benteng iblis yang menguasai pikiran manusia sehingga mereka bisa melihat dan mengalami kasih Allah sehingga memiliki hati yang lemah lembut dan memaafkan.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Kejadian 18:16-33
- Apakah yang dikatakan Abraham kepada Allah dalam Ayat 25?
- Apakah yang dikatakan Allah kepada Abraham? (ayat 32)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Menurut Anda, siapakah Abraham itu sehingga dia dapat mengubah hati Allah yang Maha Besar? Apakah kunci kesuksesan Abraham dalam negosiasi perdamaian dan pengampunan Allah untuk orang-orang di Sodom dan Gomora?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Milikilah pola pikir bahwa setiap orang Kristen adalah pembuat damai dan pengusaha perdamaian. Kuncinya adalah kasih Allah yang penuh pengampunan dan kedamaian. Mulailah terapkan untuk orang-orang yang berkonflik dengan Anda atua menolong menyelesaikan masalah antara dua pihak yang pernah Anda lihat.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Tunjukkanlah hati penuh kasih dan pengampunan kepada mereka yang bersalah kepada Anda, karena Yesus Kristus sudah melakukannya sebagai teladan untuk Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

