24 Agustus 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
1 Samuel 15:1-9
A. PENGANTAR
Suku Amalek menentang Allah dan bangsa Israel di padang gurun, suku ini terkenal jahat dan terus melawan Tuhan dan umat-Nya. Kejahatan, kekejaman, dan pemberontakan mereka sudah semakin menjadi-jadi dan menyakiti hati Tuhan, sehingga Tuhan memerintahkan Raja Saul untuk memusnahkan mereka, tetapi Saul menolak untuk sepenuhnya menuruti perintah Allah, Saul memang mendengar perintah Tuhan tetapi tidak mau melaksanakannya dengan benar, Saul tidak mengabdi kepada kehendak Allah dengan sepenuh hati. Memang Saul mendengar perintah Tuhan tetapi dia tidak menganggap bahwa perintah itu harus dituruti sepenuhnya dengan alasan yang dibuatnya sendiri. Ketaatan kepada firman Tuhan dengan segenap hati lebih baik dari pada penyembahan, pelayanan atau pengorbanan pribadi yang lahiriah. Kesalahan Saul adalah dia melakukan apa yang dia mau, bukan apa yang Tuhan mau. Dia berpusat kepada dirinya, bukan berpusat kepada Tuhan melalui perintahNya. Demikian juga dengan kehidupan kita, apapun yang kita lakukan kepada Tuhan, baik doa, puji-pujian, penyembahan, pelayanan kepada Allah jikalau tidak disertai ketaatan tegas kepada Allah dan standar kebenaran-Nya tidak berharga dalam pandangan-Nya. Ketaatan berarti melakukan perintah Tuhan yang benar dengan cara yang benar.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
- Dalam 1 Samuel 15:3 apa yang Tuhan perintahkan untuk dilakukan oleh Saul?
(1 Samuel 15:3 “Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala j yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.” - Dalam 1 Samuel 15: 7-9 apa yang dilakukan oleh Saul?
(1 Samuel 15:7 “Lalu Saul memukul kalah orang Amalek l mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir. 15:8 Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang. 15:9 Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan p Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya 3 itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka)”.
Apa perbedaan yang diperintahkan Tuhan dengan yang di lakukan oleh Saul?
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Sadarilah bahwa Tuhan kita itu kudus dan perintahNya juga kudus ya dan amin, kita tidak boleh mengubahnya. Apa yang Tuhan firmankan itulah yang harus kita lakukan. Kita harus mengerjakan apa yang Tuhan mau bukan apa yang kita mau. Terkadang kita berpikir bahwa apa yang kita mau lebih baik dari apa yang Tuhan mau, itulah kegagalan kita. Godaan untuk melakukan apa yang kita mau, membuat kita keluar dari rencana Tuhan, hal ini sangat mendukakan hati Tuhan dan membuat kita keluar dari rencanaNya. Kita berpikir itu baik tetapi bagi Tuhan itu adalah sebuah pemberontakan. Belajarlah untuk mendengarkan suara Tuhan dengan benar, menangkap pesanNya dengan benar dan melakukannya dengan cara yang benar.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Buatlah komitmen untuk mau melakukan apapun dengan caranya Tuhan, cara yang benar sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Ketika kita mengerjakan dengan benar, percayalah berkat Tuhan akan menyertai kita.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Hari ini bagikanlah kepada temanmu, bagaimana melakukan hal yang benar dengan cara yang benar.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

