SABTU: MENJADI BERKAT

27 Agustus 2022

Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Wahyu 1:17-20

A. PENGANTAR

Firman Tuhan yang kita baca pada hari ini dituliskan oleh Nabi Yohanes dimasa tuanya, Nabi yang sudah tua tetapi dia tetap dipakai oleh Tuhan untuk menyampaikan pesanNya atau firmanNya. Kitab Wahyu yang dipenuhi dengan simbol, pertanyaan dan misteri. Kitab ini menyingkapkan gambaran yang hebat mengenai Yesus sebagai Raja, Pemerintah dan Tuhan atas alam semesta. Nabi Yohanes yang sudah tua, ada dalam kondisi yang sulit, dia dipenjara di Pulau Patmos karena imannya kepada Tuhan, disana dia terus dapat mengalami lawatan Tuhan yang luar biasa, mendapat penglihatan, mendengar suara Tuhan. Dia melihat seorang Anak Manusia yaitu Yesus yang berbeda dari yang pernah dia lihat selama ini. Tetapi karena Nabi Yohanes adalah orang hidup percaya kepada Yesus, maka penglihatan itu meneguhkan, dia mengenal bahwa itu adalah Yesus yang telah mengalahkan maut Yang Awal dan Yang Akhir. Yohanes mendapat satu kepercayaan yang luar biasa karena hidupnya benar dihadapan Tuhan, dia murid yang setia sampai akhir. Tuhan pakai dia sampai akhir hidupnya dan menuliskan satu pesan yang luar biasa, yang menjadi pegangan orang percaya sepanjang zaman.

Yohanes terus menjadi saksi Kristus sampai akhirnya karena dia hidup intim dan mengalami perjumpaan secara supranatural dengan Tuhan. Dia bisa melihat dan mendengar suara Yesus, dia tersungkur dan Yesus meletakkan tangan atas Yohanes, Yesus memberikan kekuatan yang baru kemampuan supranatural untuk mengahiri hidupnya dengan penuh kemenangan dan menyampaikan pesan yang sangat penting buat kita dalam melalui kitab Wahyu ini. Yohanes menuliskan dengan benar apa yang dia lihat, yang terjadi sekarang dan yang terjadi pada masa yang akan datang. Di masa tuanya, Yohanes mendapat kehormatan yang luar biasa dan dia menyampaikan dengan benar tanpa mengurangi dan menambahinya.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Dalam pasal 1: 17-18, coba temukan apa yang dialami oleh Nabi Yohanes?
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, 1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Dalam pasal 1: 19, Apa yang dituliskan oleh Nabi Yohanes?
1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kau lihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Satu kesaksian yang luar biasa yang disampaikan oleh Nabi Yohanes, bahwa usia yang sudah lanjut tidak menjadi penghalang untuk mengalami dan menjadi saluran berkat Tuhan. Bahkan keadaan yang sangat sulit juga tidak dapat menghentikan atau menghambat kesaksiannya. Justru dimasa sulit dan usia yang sudah tua Yohanes menjadi alat Tuhan untuk menuliskan satu kitab yang luar biasa, menjadi berkat sepanjang sejarah.

Bisa jadi kita berpikir karena usia yang sudah tua, kondisi tubuh sudah lemah, panca indra sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, ditambah lagi kesulitan dan pergumulan hidup yang berat, kita menjadi lemah imannya dan menganggap kita tidak bisa lagi berbuat apa-apa, hidup kita tidak berarti lagi. Alamilah perjumpaan dengan Tuhan, tersungkur dihadiratNya setiap waktu, maka sama seperti Nabi Yohanes, Tuhan mau pakai kita sampai lanjut usia kita mau mengakhiri pertandingan dengan benar.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Bisa saja kita berpikir karena kesulitan dan faktor usia, kita tidak bisa lagi melakukan sesuatu, hari ini percayalah Tuhan mau pakai kita melakukan sesuatu dan Tuhan akan memberikan kemampuan yang supranatural untuk melakukannya, asalkan kita mau hidup benar dan terus percaya kepadaNya seperti yang dialami oleh nabi Yohanes ini. Teruslah percaya kepada Tuhan, Dia mau pakai hidup kita sampai akhirnya.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Sampaikanlah bahwa hanya karena kekuatan dariTuhanlah kita bisa mampu menghadapi masalah dan tantangan. Berpegang teguh kepada firmanNya akan membawa kita menjadi berkat sampai masa tua kita. Teruslah menjadi berkat dalam kondisi apapun.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47