31 Agustus 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
1 Samuel 15:18-22
A. PENGANTAR
Apa yang didengarkan seseorang akan berpotensi disampaikan kepada orang atau pihak lain. Sebab otak manusia diciptakan dengan fungsi salah satu menyimpan semua bentuk informasi yang didapatkan manusia, baik melalui mata, telinga, lidah untuk mengecap, hidung dan kult untuk merasakan semua hal yang dialami manusia. Mendengarkan adalah bentuk dari cara menyimpan semua informasi yang kita dengarkan melalui telinga atau membaca dengan mata satu atau beberapa informasi.
Kebenaran Allah yang adalah firman Tuhan seyogyanya didengarkan dengan seksama oleh semua anak-anak Tuhan, agar firman Tuhan dapat dipahami dan dikerjakan dengan tepat. Namun di dalam diri manusia selalu ada potensi titik kritis. Potensi titik kritis adalah satu peluang manusia untuk membelokkan pesan-pesan Tuhan dari sebagaimana mestinya. Kenapa dapat terjadi demikian? Sama seperti cerita pemberontakan Raja Saul terhadap perintah Allah yakni harus membasmi semua Kerajaan Bangsa Amalek yang dipimpin Raja Agag. Saul sangat tahu dan telah melakukan sebagian perintahNya. Namun Saul tidak melakukan dengan 100% benar di mata Tuhan. Maksud hati Saul sangat jelas , namun terbentuk ketidaksiplinannya terhadap perintah Allah,berupa pengurangan makna perintah Tuhan yakni agar membunuh Raja Agag, semua pasukkan dan hewan-hewan bangsa Amalek. Semua perintah Tuhan dilakukan oleh Saul, tetapi hatinya disertai rasa takut kepada rakyat. Rasa takut apakah itu? Jika dicermati, permintaan rakyat dipenuhi oleh Raja Saul, semata-mata karena status dan fungsi sebagai Raja dari rakyat, maka Saul mau meyakinkan rakyatnya bahwa dia raja yang bersedia mendengarkan aspirasi rakyat. Keputusan Raja Saul ini, bermakna bahwa Raja Saul sedang menyampaikan perintah Tuhan tetapi tidak 100% dikerjakannya. Tetapi rakyat menangkap pesan, bahwa keputusan untuk tidak membunuh Raja Agag, rakyat dan semua hewan, adalah keputusan Allah bangsa Israel. Fenomena ini dapat dilihat sebagai penyampaikan perintah Tuhan tidak 100%, melainkan terjadi penyimpangan perintah di hati Raja Saul. Berita tidak 100% sama dengan firman Tuhan dan ditunjukkan kepada masyarakat dengan mengatas namakan Tuhan adalah kebohongan dan kebohongan yang dipublikasikan.

Jadi, dengarkan perintah Tuhan secara seksama. Artinya mendengarkan secara aktif dan konsisten akan menolong Anda mendapatkan pesan atau berita yang 100% benar dan dapat ditindaklanjuti dengan tepat juga. Jika Anda tidak mendengarkan secara seksama dan aktif terhadap informasi yang kita terima, sebaiknya janganlah informasi tersebut diteruskan kepada pihak manapun sejauh sampai dilakukan konfirmasi kepada sumber informasi tentang informasi yang kita sudah dengar. Karena keputusan ini akan mencegah Anda dari tindakan berkata-kata dan menularkan kebohongan kepada orang lain.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : 1 Samuel 15:18-22
- Apakah Raja Saul sudah melakukan perintah Tuhan? (ayat 20-21)
- Apakah kesalahan Raja Saul yang menyebabkan Saul dipecat dari jabatannya sebagai Raja Israel?
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Apakah pembelajaran tentang penyimpangan tindakan Raja Saul dari perintah Tuhan yang berguna untuk Anda? Apakah kaitannya dengan pesan dan tindakan yang salah dari Raja Saul tentang berkata dan bertindak secara tidak benar atau berlawanan dengan perintah Allah?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Berlatihlah mendengarkan lebih banyak daripada berbicara atau aktif mendengarkan pesan-pesan Tuhan dan juga orang lain. Latihlah kemampuan mendengar bukan saja dengan kemampuan mendengarkan, tetapi juga libatkan hati Anda agar semua bagian perilaku dilibatkan yakni pikiran, perasaan, kehendak dan tindakan demi tindakan.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Apakah hal yang 100% tentang firman Tuhan sudah Anda sampaikan kepada orang lain secara tepat?
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

