19 September 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Mazmur 69:33
A. PENGANTAR
Adakah hal yang lebih penting selain daripada mencari dan mengenal Allah? Kalau kita jawab pertanyaan ini berdasarkan kenyataan atau fakta yang ada maka mungkin jawabannya Ada yang lebih penting! Bagaimana anak bisa sekolah, bagaimana bisa punya rumah, bagaimana bisa punya kendaraan, bagaimana bisa mendapatkan pendapatan yang lebih dan lebih lagi, bagaimana punya kedudukan yang tinggi, dst. Itulah kenyataan yang terjadi pada banyak orang dan juga mungkin kita, tanpa kita sadari. Tanpa sadar kita hanyut dalam segala hiruk pikuk kebutuhan manusia dan juga segala tuntutannya.
Tentu tidak salah memikirkan semua kebutuhan itu, dan itu memang tanggung jawab yang Tuhan berikan. Tetapi yang salah adalah ketika kita memikirkannya terus menerus sampai tidak ada waktu untuk mengenal Allah, bahkan yang lebih gawat lagi adalah sampai tidak punya keinginan untuk mengenal Allah. Jika sudah sampai pada tahap tidak punya keinginan untuk mengenal Allah, maka dengan demikian menjadi Kristen hanya sekedar beragama saja, tanpa berusaha mencari tahu lebih lagi Siapa atau Apa yang disembah. Objek yang disembah hanya dijadikan objek untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya, untuk memberinya jalan keluar dari segala keadaan yang sulit.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mzm. 69-33 Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!
Zef. 2:3 Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.
Zef. 3:12 Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN,
Yeremia 29:13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Dalam bacaan kita hari ini, kita mengerti bahwa orang yang rendah hati adalah orang yang senantiasa mencari Allah. Kenapa dia senantiasa mencari Allah? Karena dia merasa bahwa mengenal Allah adalah hal yang terpenting dan bahwa hidupnya bukanlah apa-apa tanpa Allah. Bukan hanya saat dia kekurangan dia mencari Allah, bukan hanya saat dia mengalami kesulitan dia mencari Allah. Namun dalam segala musim kehidupannya dia senantiasa mencari Allah. Dan bagi orang-orang yang demikian, Allah memberikan diriNya untuk ditemukan yaitu orang yang sungguh-sungguh mencari Nya.

Kebalikannya, orang-orang yang sombong atau tinggi hati adalah orang-orang yang tidak berusaha untuk mengenal Allah. Dia merasa hidupnya baik-baik saja tanpa Allah. Hidupnya bisa tetap berjalan sekalipun tanpa Allah. Pikirnya adalah bahwa nanti bisa datang kepada Allah jika memang membutuhkan pertolonganNya.
B.3. MELAKUKAN (M3)
Sudahkah kita sungguh-sungguh mencari Allah? Sungguh-sungguh berusaha untuk mengenal Dia?berapa lama waktu yang anda berikan untuk berusaha mengenal Allah?Sekali lagi ini masalah prioritas. Selama kita tidak menjadikan mengenal Allah adalah prioritas, maka kita juga tidak akan pernah menempatkan hal ini penting apalagi memberikan waktu untuk itu.
Mari kita benahi prioritas kita, carilah Allah selama Dia berkenan untuk ditemui. Sesibuk apapun kita, sepusing apapun masalah kita, kita harus terus berusaha untuk mengenal Dia lebih dan lebih lagi. Bahkan sesukses dan sekaya apapun kita saat ini, kita tetap mencari Dia dan berusaha untuk mengenal Dia. Biarlah hati kita hidup kembali karena kita mencari Allah.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saling meneguhkanlah dan saling mendukung satu sama lain dengan rekan pelayanan/rekan komsel untuk kita menjadi orang yang rendah hati dengan senantiasa terus mencari Allah dan berusaha mengenal Dia lebih lagi.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

