MINGGU : UNDANGAN UNTUK BELAJAR

25 September 2022

Penulis : Departemen Pengajaran GKKD Bogor

A. PENGANTAR

Ketika kita ingin menjadi ahli dalam suatu hal, maka kita akan belajar dengan orang yang memang ahli dalam hal tersebut. Misal kita ingin ahli dalam matematika, maka kita akan mencari orang yang ahli juga dalam matematika untuk belajar darinya. Tapi tentu orang tersebut harus mau dulu mengajari kita, karena jika tidak tentu akan sulit untuk kita bisa belajar dan mengambil ilmu darinya.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Mat. 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Flp. 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
Mat. 26:53 Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?
Mat. 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Yesus mengidentifikasi diri-Nya adalah pribadi yang rendah hati dan lemah lembut. Sepertinya tidak ada satupun orang dimuka bumi ini yang jika dia jujur berani mengklaim dirinya adalah pribadi yang rendah hati dan lemah lembut. Tapi Yesus berbeda, Dia berani mengklaim. Kita tentunya bisa menerima dan memahami, bukan karena Dia Anak Allah tapi karena kehidupanNya memang demikian adanya. Kerendahan hatiNya dibuktikan dengan Dia mau taat kepada kehendak Bapa bahkan taat sampai mati. Kelemah lembutanNya dibuktikan dengan kesediaanNya dihina, disiksa dan dikhianati walaupun sebenarnya Dia memiliki potensi dan kekuatan untuk membalas semua perlakuan itu. Jadi Yesus memang terbukti pribadi yang rendah hati dan lemah lembut. Dia adalah ahlinya.

Ok, kita sudah tahu bahwa Yesus adalah ahli dari kerendah hatian dan kelemah lembutan. Masalahnya apakah Dia mau mengajari kita? bukan hanya mau, bahkan Dia mengundang kita untuk belajar dengan Nya! (Matius 11:29). Luar biasa bukan? Jika kita ingin menjadi ahli matematika dan ada seorang profesor matematika yang sangat ahli dan terkenal mengundang kita untuk belajar darinya bukankah itu kesempatan yang besar dan langka? Pasti kita tidak akan melewatkannya.

Bicara tentang belajar, ada beberapa proses dalam belajar yang harus terjadi. Kita harus aktif bertanya, aktif mendengar, melatih apa yang diajarkan sampai menjadi kebiasaan, dan pastinya dalam proses belajar ada penilaian. Jika semua aspek ini dilakukan dengan baik, niscaya kita akan menjadi murid yang berhasil.

Jadi untuk kita bisa menjadi pribadi yang rendah hati dan lemah lembut. Tidak ada cara lain, selain kita harus belajar dari ahlinya, yaitu Yesus.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Sekarang bagaimana kita melakukan “belajar” ini? Tentunya kita harus melakukan proses dalam belajar tadi.
Aktif bertanya dan aktif mendengar, ini bicara tentang kita harus senantiasa terkoneksi dengan Dia. Tapi ini bukan berarti kita harus seharian ada didalam kamar dan berdoa. Tetapi maksudnya adalah dalam apapun yang kita kerjakan, kita seperti dalam “mode” berdoa. Kita bertanya kepada Dia apakah yang kita lakukan sudah mencerminkan sikap rendah hati seperti yang Dia mau?, kita bertanya kepada Dia apa yang sebaiknya kita lakukan? Atau kita aktif mendengarkan apa yang Dia katakan dalam segala peristiwa dan keadaan. Aktif mendengarkan apa yang Dia coba sampaikan melalui FirmanNya.

Melatih apa yang diajarkan sampai menjadi kebiasaan. Kita sudah aktif bertanya dan aktif mendengar, tinggal sekarang apakah kita mau melakukannya? melakukan bukan hanya sekali, tapi terus menerus sampai itu menjadi kebiasaan. Sampai itu menjadi karakter dalam hidup kita. Tuhan pasti mengijinkan keadaan-keadaan yang membuat kita mempunyai pilihan apakah kita mau menjadi pribadi yang rendah hati dan lemah lembut atau tidak.

Penilaian. Keadaan-keadaan yang kita alami, selain menjadi sarana untuk berlatih juga untuk menilai apakah kita sudah naik level atau belum. Barangsiapa setia dalam perkara kecil akan dipercayakan kepadanya tanggung jawab dalam perkara yang besar.

Untuk menjadi pribadi yang rendah hati dan lemah lembut, bukanlah hasil dari doa dan puasa semata tapi juga hasil dari latihan-latihan dalam sekolah kehidupan yang kita jalani. Mari pastikan kita terus berlatih dan tidak putus asa. Supaya kita terus naik level seperti yang Tuhan kehendaki.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Bagikan pengalamanmu dengan rekan komsel/pelayanan tentang keadaan-keadaan dalam hidupmu yang membuat engkau belajar untukn menjadi pribadi yang rendah hati dan lemah lembut.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47