SELASA : AYO, SIAPA YANG GAGAL MEMENUHI JANJINYA?

27 September 2022

Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ibrani 7:21-22, Yeremia 31:31-33

A. PENGANTAR

Setiap hari kita mengeluarkan janji, seperti saya akan menelpon kembali, saya akan kirim buku, saya akan datang menjenguk, saya akan hadir tepat waktu, dsb… dsb. Pertanyaannya, berapa banyak dari janji-janji yang pernah kita keluarkan itu kita penuhi? Berapa banyak yang tidak kita penuhi?

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

“Ribuan janji telah terucap dari bibir kita dan kalau kita mau jujur dengan diri kita sendiri, berapa banyak janji yang terealisasi?”. Kita sering membuat janji “gombal”. Tidak heran kalau ada ungkapan “janji adalah sesuatu untuk dilanggar”. Seringkali bukan maksudnya tidak mau memenuhi janji kita, tapi kita sering tidak serius, tidak punya niat untuk memenuhi janji kita. Ketika kita melupakan janji kita kepada orang lain, kita tidak merasa apa-apa. Namun pertanyaannya bagaimana perasaan kita kalau orang berjanji kepada kita dan dia tidak memenuhi janjinya?. Ketika kita tidak memenuhi janji kita sebenarnya secara sadar atau tidak sadar kita tidak menghargai orang yang bersangkutan. Namun tidak memenuhi janji juga berarti tidak menghargai diri sendiri, yaitu tidak menghargai ucapan sendiri.

“Akibat janji yang tidak dipenuhi, adalah hubungan yang rusak. Orang kecewa dan sakit hati karena harapannya tidak dipenuhi dan merasa tidak dihargai. Kita kehilangan kepercayaan dari orang yang kita ingkari janjinya. Kalau ini menjadi kebiasaan akan merusak reputasi kita sebagai orang tidak memegang janji.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Apa sebenarnya janji itu? Janji kita pahami sebagai pernyataan seseorang bahwa ia akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu bagi orang lain. Orang yang menerima ungkapan itu bisa berharap janji akan dilakukan. Dalam budaya modern, janji itu mengikat secara moral. Ada ungkapan: Our words are our debt. Tidak menepati janji berarti tidak membayar hutang.
Jujur kita manusia yang sering berjanji dan gagal memenuhinya, buktinya baru kemaren kita berjanji untuk melakukan./memenuhi hal ini dan hal itu, dan pagi ini (sekarang) kita telah lalai memenuhinya (benar ngak? hehehehe).
Intinya secara nature manusia yang penuh dosa dan kelemahan ini, kita selalu gagal memenuhi janji kita, khususnya kepada Allah. Makanya Tuhan Yesus mengambil tempat untuk menjadi jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat (Ibrani 7:22). Supaya kita manusia yang gagal dibenarkan dan dikuat olehNya dan diubahkan menjadi seorang yang mampu menjaga janji atau promise keeper.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Saudaraku sebagai promise keeper (penjaga janji) kita harus bertobat dan memandang kepada Yesus sebagai penebus kesalahan dan kegagalan dan berkomitmen kembali untuk melakukan yang terbaik dalam memenuhi semua janji kita kepada Allah dan Saudara seiman. Bukan dengan kuat dan gagah tetapi oleh karena KasihNya yang besar kepada kita.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Mari jemaat Tuhan viralkan gaya hidup yang memenuhi janji (promise keeping) maka hidupmu akan menjadi berkat bukan saja bagi teman seiman tetapi bagi banyak orang. Mau kan ya???? Awas kalo ngak!! Hahahahaha.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47