28 September 2022
Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Matius 5:37 & Mazmur 5:7
A. PENGANTAR
Orang Tua kita selalu mengingatkan saat kita sekolah dulu agar tidak berjanji kalau tak bisa nenepatinya. Jangan berjanji pada siapa pun kalau akhirnya mengecewakan orang lain. Berjanji itu mudah, tapi menepatinya bagi banyak orang bisa jadi sulit. Hampir setiap hari kita bertemu dengan orang yang dengan cepat memberi janji tetapi kemudian mangkir dengan berbagai alasan.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Berjanji dan mengucapkan janji itu jangan sembarangan walaupun di luar sana banyak juga orang yang berjanji tapi tak ditepati sama sekali. Soal ditepati atau tidak itu soal nanti, yang penting janjikan saja dulu. Alasan bisa dicari belakangan. Sakit, kurang enak badan, urusan keluarga, mogok, mungkin menjadi alasan paling favorit bagi banyak orang untuk melanggar janjinya.
Bagi orang-orang percaya, perilaku ingkar janji tidak berbeda jauh dengan berbohong. Yesus berkata tegas: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37). Atau dalam bahasa Inggrisnya: _“Let your Yes be simply Yes, and your No be simply No; anything more than that comes from the evil one.” Aturannya jelas.

Jika kita sudah mengatakan ya, tepatilah, sebelum si jahat menemukan sebuah lahan bermain yang menyenangkan dalam diri kita dan kemudian membuat kita terus bertumbuh menjadi pembohong-pembohong kelas kakap yang tidak lagi merasa bersalah ketika melakukannya.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Yesus mengatakan hal ini dalam konteks menasihati kita untuk tidak bersumpah atau berjanji sembarangan, “Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu” (Keluaran 20:16). Pada kenyataannya, manusia terkadang begitu mudah bersumpah demi segala sesuatu, bahkan berani bersumpah dengan mengatasnamakan Tuhan untuk sesuatu kebohongan.
“Sumpah demi Tuhan, saya tidak bisa datang karena ada urusan yang tak bisa ditinggalkan”. Ini jelas-jelas merupakan sebuah pelanggaran. Tuhan sangat tidak suka dengan orang-orang yang berjanji tapi tak ditepati. Lewat kitab Mazmur 5:7 “Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.”. Dari ayat ini kita melihat bahwa menipu atau mengingkari bukanlah pelanggaran ringan. Seorang penipu itu disamakan dengan pembunuh. Hal ini masuk akal, karena dengan menipu atau ingkar janji kita bisa membunuh harapan dan kepercayaan orang dan bisa merugikan orang lain.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Melihat begitu kejam dampak berbohong /tidak memenuhi janji dan Yesus begitu tegas mengingatkan kita, Mari jangan berjanji jika kita tidak mampu memenuhi janji. Jadilah seorang promise keeper yang sejati yang menjaga setiap perkataan/janji yang diucapkan.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Bagikan kepada siapapun, khususnya Saudara seiman bahwa “ucapan yang diucapkan tepat pada waktunya (termasuk jujur dan membangun) adalah seperti buah apel emas di pinggan pera. Jadi berkat!!
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

