21 Oktober 2022
Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Roma 8:35-39; 1 Yohanes 4:7-8
A. PENGANTAR
Kasih Tuhan tidak berubah, kasihNya tidak ditentukan oleh kondisi, semua boleh berubah tetapi kasih Tuhan tetap selama-lamanya. Kasih itu selalu tersedia dalam kondisi apapun, kapan dan dimana saja. Masalahnya apakah kita terbuka kepada kasih itu atau tidak, kitalah yang menentukan apakah kasihNya kita alami dalam hidup kita? Itu sangat tergantung kepada respon kita kepada kasih itu. Kasihnya Tidak berubah. Tuhan mau agar kita tetap merasakan kasihNya ditengah perubahan yang kita alami. Allah itu kasih dan Dia mau agar kita hidup di dalam kasih itu. Percayalah tidak ada satu perkara pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Yesus. Perubahan apapun yang terjadi tidak akan mengubah kasih Allah kepada kita. Bisa saja kita ada dalam situasi sulit atau buruk keadaannya, itu tidak akan menjauhkan kita dari kasih Kristus. Kasih-Nya tidak berubah, dinyatakan bagi orang percaya dari generasi ke generasi dan waktu ke waktu. Dalam keadaan apapun kasihNya tetap sama. Kita hidup oleh kasihNya.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Roma 8:35-39
35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 36 Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan. 37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita .
Dari bacaan di atas: Adakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus?

1 Yoh 4:7-8: “Marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah Kasih”.
Dalam bacaan di atas: apa ciri-ciri orang yang lahir dari Allah? Apa yang harus kita lakukan satu dengan yang lain.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Setelah menjadi orang percaya mungkin kita punya pengalaman yang sulit, malah kondisi lebih sulit dalam bidang tertentu kita alami dari sebelumnya. Jangan pernah menyalahkan Tuhan dalam kesulitan yang kita alami, Dia tidak punya tujuan membuat kita sulit dan menderita, Dia mau agar hidup kita semakin percaya dan semakin menikmati kasihNya. KasihNya tersedia bagi kita setia waktu. Kita sudah melihat pengalaman Paulus, dia acap kali diperhadapkan dalam kondisi yang sangat sulit, terlalu sulit untuk membayangkannya, karena kita belum pernah melihat kesulitan orang percaya seberat yang dia alami. Tetapi dalam kondisi yang demikian dia tidak berhenti atau mundur/menyerah, karena dia percaya kasih Yesus selalu tersedia baginya, dia hidup karena kasih Yesus, kasih yang tidak berubah.

Kenaikan BBM, kenaikan harga dan biaya hidup sementara penghasilan tidak ada kenaikan bahkan ancaman PHK, intinya perubahan yang membawa pergumulan yang semakin berat, percayalah dalam keadaan apapun kasih Yesus tersedia bagi kita. KasihNya tidak berubah, tidak pernah meninggalkan kita, kasihNya menguatkan, Dia menyediakan apa yang kita butuhkan dan menghibur kita.
B.3. MELAKUKAN (M3)
Tinggalah di dalam kasih Tuhan, terimalah kasihNya pada hari ini. Jangan pernah meragukan kasihNya. Apapun yang saudara alami jangan pernah menyerah atau mundur dari kasih Tuhan. Dalam kondisi apapun, terimalah kasih Tuhan dan tinggallah dalam kasihNya.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Coba ceritakan bagaimana pengalaman saudara ketika menerima atau mengalami kasih Tuhan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

