RABU : ROH YANG MENJADIKAN KITA KUDUS

26 Oktober 2022

Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Efesus 3:16-17, Imamat 20:7

A. PENGANTAR

“Selain menjadikan kita sebagai anak-anakNya, Roh Kudus juga memerdekakan kita, sehingga kita benar-benar merdeka dari segala cela dan dosa” (Yoh 8:36) serta Ia menguduskan kita!

B. PEMBELAJARAN
B1. MENEMUKAN (M1)

Kekudusan bukanlah atribut yang diperuntukan hanya bagi Allah, tetapi Allah rindu kita anak-anakNya juga memiliki standar yang sama yaitu kekudusan, Imamat 20:7 katakan, “Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.”

B2. MERENUNGKAN (M2)

Alasan yang kedua mengapa Roh Kudus mengangkat kita ke tempat yang tinggi dan mengalami kepenuhan kuasaNya? (sambungan renungan sebelumnya), Yaitu untuk menjadikan atau mengangkat kita menjadi manusia kudus. Kekudusan bukanlah hal yang menakutkan yang bisa menarik diri kita dari dunia. Kekudusan bukanlah sesuatu yang tidak bisa kita jangkau. Kekudusan adalah keindahan. Banyak orang yang menganggap bahwa dirinya tidak bisa mencapai kekudusan. Alkitab ajarkan bahwa kita bisa mencapai kekudusan, namun untuk melakukannya memang tidak mudah. Kita harus belajar dari Tuhan Yesus. Sekalipun Ia bergaul dengan orang-orang berdosa, tetapi hal itu tidak menurunkan kekudusanNya. Sebab Allah itu kudus!. Kita harus bisa berubah dari orang yang tidak kudus menjadi orang yang kudus, yaitu melalui kuasa Roh Kudus. “Bagaimana caranya?” Efesus 3:16 mengajarkan bahwa Roh Kudus akan menguatkan setiap Firman Tuhan dalam batin kita, meneguhkan hati nurani kita, dan memampukan kita untuk berkata tidak kepada dosa Kepenuhan Roh Kudus akan membuat iman seseorang semakin teguh dan kuat, sehingga cara ia berpikir, berkata-kata, dan bertindak selalu didasarkan oleh kebenaran Firman Tuhan. Dengan kata lain, kita bisa hidup kudus (tidak berbuat dosa) ketika kita dipenuhi Roh Kudus. Orang yang penuh Roh Kudus seharusnya semakin kudus. Setiap hari kita harus penuh Roh Kudus supaya kita bisa setiap hari hidup kudus. Setiap hari pikiran kita adalah pikiran kudus, perkataan kita adalah perkataan kudus, dan perilaku kita adalah prilaku kudus, sehingga kita menjadi orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kudus, menjadi manusia unggul di dalam lingkungan kita.

B3. MELAKUKAN (M3)

Kesadaran dan pemahaman kita bahwa kita adalah umatNya yang kudus, yang telah dipindahkan dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib, membawa kita penuh iman dan percaya untuk senantiasa membangun keintiman dengan Tuhan, serta memahami betapa “lebarnya, panjangnya dan tingginya kasih Tuhan” (mengalami kepenuhan akan Tuhan). Allah akan mempercayakan seluruh rencanaNya kepada orang kudusNya. Untuk menyatakan kemuliaan dan kuasa bagi banyak orang. Kita kudus sekalipun mungkin kita sedang berada di lingkungan orang berdosa. Justru dalam lingkungan berdosalah kita harus menyatakan perbuatan-perbuatan orang-orang kudus. “justru dalam kegelapanlah, terang itu makin nyata”

B4. MEMBAGIKAN (M4)

Bagikan ke banyak saudara, sahabat dan orang yang disekitarmu, justru diluar gereja lah kita harus menyatakan terang (menyatakan kasih dan kuasaNya) dan melalui kuasa Roh Kudus, terang itu nyata dan bersinar!

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47